Nusantara Satu-Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menerima audiensi perwakilan organisasi buruh di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9).
Dalam pertemuan tersebut, KSP mendengarkan langsung berbagai aspirasi buruh terkait penyusunan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, mulai dari kepastian kerja, upah layak, perlindungan pekerja platform, pesangon, kebebasan berserikat, keselamatan kerja, hingga perlindungan pekerja perempuan, penyandang disabilitas, dan pekerja rentan.
Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa pemerintah selalu membuka ruang dialog dan menghormati hak buruh dalam menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Seluruh masukan yang disampaikan akan dicatat dan dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga serta pemangku kepentingan terkait, termasuk DPR RI.
Menurut Kepala Staf Kepresidenan, pemerintah dan buruh memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan dunia kerja yang adil, produktif, dan sejahtera, dengan memastikan perlindungan pekerja berjalan seiring dengan keberlangsungan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
KSP akan terus mengawal aspirasi buruh agar tersampaikan kepada pihak yang berwenang dan memastikan ruang dialog tetap terbuka dalam pembahasan kebijakan ketenagakerjaan.







