Pemkot Palembang Tegaskan Komintmennya Mewujudkan Kota yang Ramah

Nusantara Satu-Pemerintah Kota Palembang kembali menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang ramah, terbuka, setara, dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Komitmen itu disampaikan Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., saat membuka Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 di Kota Palembang, Minggu (27/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada DPD GERKATIN Sumatera Selatan, DPC GERKATIN Kota Palembang, PUSBISINDO Sumatera Selatan, panitia, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Pekan Tuli Internasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kesetaraan hak warga Tuli dalam berbagai aspek kehidupan.

“Perbedaan cara berkomunikasi tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi kesempatan seseorang. Kita harus membangun lingkungan yang mampu mengakomodasi keberagaman dan memberikan akses yang setara bagi seluruh masyarakat,” kata Ratu Dewa.

Ia menegaskan, setiap warga negara berhak memperoleh akses yang sama dalam berkomunikasi, mengenyam pendidikan, mendapatkan pelayanan publik, berkarya, hingga berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga terbilang tinggi. Berdasarkan data panitia, sekitar 300 teman Tuli hadir dalam kegiatan tersebut. Jika ditambah orang tua, anak-anak Tuli, komunitas, serta masyarakat umum, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.

Besarnya partisipasi tersebut, menurut Ratu Dewa, menjadi bukti bahwa semangat membangun ruang yang inklusif di Kota Palembang terus tumbuh. Dia juga mengajak masyarakat untuk semakin mengenal dan memahami Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), yang menurutnya bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya komunitas Tuli.

“Semakin banyak masyarakat yang memahami bahasa isyarat, semakin besar peluang kita mengurangi hambatan komunikasi yang dihadapi teman-teman Tuli dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ratu Dewa menambahkan, Pemerintah Kota Palembang terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang inklusif melalui peningkatan akses pada sektor pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, fasilitas umum, ruang publik, hingga berbagai layanan pemerintah lainnya.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Sosial telah menyalurkan 100 alat bantu dengar kepada penyandang disabilitas untuk meningkatkan aksesibilitas, kemandirian, dan kualitas hidup mereka.

Rangkaian Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 turut diisi berbagai kegiatan, mulai dari pawai dan kampanye publik, sosialisasi, pameran, bazar, pertunjukan seni teman-teman Tuli, hingga edukasi mengenai BISINDO.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara komunitas Tuli dengan masyarakat luas sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus mengurangi stigma serta hambatan sosial yang masih dihadapi penyandang disabilitas.

Di akhir sambutannya, Ratu Dewa mendorong teman-teman Tuli untuk terus berkarya, berprestasi, aktif berorganisasi, serta mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan. Dia juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga yang terus mendampingi serta mendukung anggota keluarga tuli.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar Palembang semakin ramah dan inklusif bagi seluruh warganya,” tutupnya.

Usai penyampaian sambutan, Ratu Dewa secara resmi membuka Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 di Kota Palembang sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan semakin memperkuat semangat kesetaraan dan inklusivitas di Bumi Sriwijaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *