Nusantara Satu-Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, menutup kejuaraan Pencak Silat Linggau Berbudaya memperebutkan Piala Wali Kota Lubuk Linggau Tahun 2026 di Taman Olahraga Megang (TOM), Minggu (25/10/2026).
Dalam sambutannya, H Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa kejuaraan yang berlangsung selama dua hari tersebut telah melahirkan para pendekar berprestasi. Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
H Rachmat Hidayat juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua IPSI Kota Lubuk Linggau, H Epi Samsul Komar, yang telah mengangkatnya sebagai pendekar dari Perguruan Tapak Suci. Ia turut mengenang pengalamannya yang pernah bergabung dengan perguruan Harimau Putih.
Menurutnya, pencak silat merupakan warisan budaya leluhur bangsa yang harus terus dilestarikan. Pemerintah Kota Lubuk Linggau juga berencana menghidupkan kembali seni bela diri tradisional Kuntaw melalui pembinaan di tingkat SD, SMP, hingga SMA.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan diikuti 370 peserta dari Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara,” ujarnya.
Ia mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih juara dan berpesan kepada peserta yang belum berhasil agar terus berlatih serta mengasah kemampuan.
H Rachmat Hidayat juga mengingatkan agar ilmu bela diri digunakan untuk kegiatan positif, khususnya sebagai olahraga dan sarana membentuk karakter, bukan untuk melakukan tindakan negatif seperti mengajak orang berkelahi.
Sementara itu, Ketua Umum Elang Putih selaku penanggung jawab kegiatan, Victor Sinaga, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya memajukan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Lubuk Linggau atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Elang Putih merupakan perguruan yang lahir dari Kota Lubuk Linggau sehingga memiliki komitmen untuk ikut melestarikan budaya bangsa.
Ketua Pelaksana, Nugraha Apreledi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kejuaraan diikuti 370 peserta dari tiga daerah, yakni Kota Lubuk Linggau.






