Sholat Istisqo dan Doa Bersama, Ikhtiar Memohon Hujan di Tengah Kemarau

Nusantara Satu-Kemarau berkepanjangan yang berdampak pada ketersediaan air, kondisi lingkungan, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian bersama, termasuk di Kecamatan Talang Kelapa. Kondisi ini mendorong pentingnya ikhtiar bersama, baik melalui doa maupun upaya nyata untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Lembaga Pendidikan Terpadu (LPT) Nurul Ilmi Banyuasin menyelenggarakan Sholat Istisqo dan doa bersama pada Jumat (23/10/2026) sebagai ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Kegiatan ini diikuti pimpinan yayasan dan jajaran pengelola, dewan guru, serta para siswa dan siswi.

Turut hadir Camat Talang Kelapa, Bapak Salinan, S.Sos., M.M., bersama Lurah Sukamoro, Muslihudin Darmawan, S.P., Lurah Rawa Maju, Muryanto, S.Pd.I., M. Si, Pembina Yayasan Pendidikan Nurul Ilmi Banyuasin, Ir. H. Supartijo, Kepala KUA Kecamatan Talang Kelapa, Pauzan, S.Sos.I., M. Si, serta tokoh masyarakat.

Melalui Sholat Istisqo dan doa bersama, para peserta memohon agar hujan segera diturunkan, kondisi lingkungan berangsur pulih, dan masyarakat diberikan perlindungan dari dampak musim kemarau. Kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat kebersamaan dalam menghadapi kondisi yang berdampak pada kehidupan warga.

Sejalan dengan ikhtiar tersebut, Pemerintah Daerah bersama unsur terkait terus melakukan penanganan dan pencegahan karhutla guna mengurangi risiko kebakaran serta dampak kabut asap. Peran masyarakat juga penting, antara lain dengan tidak membakar lahan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Semoga doa dan ikhtiar bersama ini membawa kebaikan bagi masyarakat, hujan segera turun dengan membawa manfaat, serta kondisi lingkungan dan aktivitas warga kembali membaik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *