Nusantara Satu-Peninjauan calon lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat dilakukan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di PTDI–STTD, Kab. Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/4).
Lokasi ini diusulkan sebagai titik perluasan Sekolah Rakyat rintisan di wilayah Jabodetabek sesuai arahan Presiden, dengan fasilitas asrama empat lantai berkapasitas sekitar 400 orang serta gedung yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang kelas dan fasilitas pendukung.
Fasilitas di PTDI–STTD dinilai sangat memadai dan secara fisik telah siap, dengan kebutuhan yang masih perlu dipastikan meliputi administrasi serta detail teknis seperti air, listrik, dan penataan ruang. Tiga sarana utama yang harus segera disiapkan mencakup ruang kelas, asrama, serta dapur atau ruang makan.
Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang ditujukan untuk memutus transmisi kemiskinan ekstrem sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
Di lapangan, masih ditemukan anak-anak yang tidak mau pulang karena tidak tersedia makanan di rumah, serta adanya harapan besar dari orang tua agar anaknya dapat mengikuti program ini.
Secara nasional, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah dioperasikan pada 2025 di 34 provinsi, dengan 104 sekolah permanen tengah dibangun dan 100 lokasi tambahan disiapkan pada 2026.
Jumlah siswa ditargetkan meningkat dari sekitar 15.000 menjadi 30.000, termasuk peningkatan kapasitas di wilayah Jabodetabek hingga lebih dari 1.000 siswa.











