Beranda Palembang JAKOR Kembali Aksi di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V

JAKOR Kembali Aksi di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V

303
0

Nusantara Satu-Puluhan massa aksi dari organisasi Dewan Pimpinan Jaringan Anti Korupsi Sumsel atau JAKOR, kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang pada Rabu, 11/01/23.

Aksi yang dikomandoi oleh Fadrianto TH dan Mukri AS ini membentangkan spanduk dan banner tuntutan terkait Pembangunan Fly Over yang progresnya terlambat dan pembangunan Lift Jembatan Ampera. Aksi yang dikawal oleh aparat Kepolisian Sektor Sukarami Palembang ini berjalan dengan damai dan tertib.

Dalam aksinya, Mukri AS, Selaku Koordinator Aksi ketika menyuarakan aspirasinya mengatakan bahwa JAKOR tidak anti pembangunan dan tidak anti investor tetapi jika itu menyangkut korupsi maka JAKOR menjadi garda terdepan dalam melakukan pengawalannya. Untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan sekiranya dapat berikan manfaat bagi masyarakat dan jangan menimbulkan masalah seperti dampak lingkungan ataupun sampai pada adanya dugaan indikasi korupsi terhadap pembangunan tersebut.

“Kita berharap pembangunan infrastruktur di Sumsel ini harus jauh dari praktek KKN. dan yang disampaikan hari ini supaya pembangunan itu benar-benar berjalan sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Untuk pembangunan Fly Over yang progresnya terhambat dan pembangunan Lift Jembatan Ampera yang diharapkan tidak menghilangkan nilai sejarahnya.

“Hari ini JAKOR mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap FO Sekip yang dikerjakan oleh Waskita Karya yang diduga terindikasi KKN. Kita juga mengharapkan ada kajian dan telaah kepada Balai terkait pembangunan FO yang juga berdampak pada banjir dan berdampak pada lingkungan,” kata Mukri.

Ketua JAKOR Sumsel, Fadrianto TH ketika orasinya mengatakan bahwa pembangunan Fly Over Sekip dengan anggaran sebesar Rp.152.943.426.000,00 yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya diduga tidak sesuai progres dan tidak tepat waktu serta menimbulkan banjir yang menyusahkan masyarakat sekitar.

“Selain FO Sekip Ujung, kami juga mempertanyakan pengerjaan pembangunan lift di Jembatan Ampera yang diduga merusak keaslian bangunan dan dikhawatirkan pemasangan lift tersebut konstruksinya tidak kuat terhadap beban,” kata Fadrianto.

Untuk itulah kami mempertanyakan hal tersebut karena JAKOR sudah ke sekian kali melakukan aksi demo untuk menegaskan komitmen terhadap pembangunan yang menggunakan anggaran negara.

“Kami juga mempertanyakan kemana besi-besi potongan tangga di Jembatan Ampera tersebut karena apabila ini hilang atau berubah maka terindikasi perusakan cagar budaya Palembang. Kami juga meminta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang untuk mundur karena dianggap gagal serta pecat dan ganti Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III serta pecat dan ganti PPK Pembangunan Fly Over,” tutup Fadrianto.

Selain itu, perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang, M. Budi selaku Asisten Pengawasan ketika menjumpai massa aksi mengatakan bahwa memang ada keterlambatan progres pengerjaan Fly Over tersebut karena itu menyangkut ganti rugi dan utilitas yang ada. Terkait permintaan massa aksi supaya Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang untuk mundur itu bukan kewenangan dirinya.

Ditempat yang sama, Wahyu Aditya selaku Asisten PPK ketika menambahkan terkait pembangunan Lift Jembatan Ampera turut mengatakan bahwa pembangunan lift tersebut sudah melalui kajian teknis dan sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk yang menyangkut benda cagar budaya.

“Untuk besi-besi potongan yang dipertanyakan JAKOR tadi, masih ada tersimpan didalam gudang Ruko Monpera,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini