Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Close

Search

Jawa Tengah

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

By redaksi
09/11/2026 2 Min Read
0

Nusantara Satu-Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak boleh berhenti pada kompetisi. Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap MTQ ini menjadi momentum untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai living Quran, yakni nilai-nilai Al-Qur’an yang hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Menurut Menag, membaca dan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada kitab suci. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan. Al-Qur’an harus hadir dalam cara manusia bersikap, menyelesaikan persoalan, dan membangun hubungan dengan sesama.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujar Menag di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menag menegaskan, semangat MTQ bukan hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi. Lebih dari itu, MTQ harus mendorong lahirnya pribadi yang mampu menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” tegasnya.

Karena itu, keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari siapa yang meraih juara. Para peserta diharapkan membawa semangat dan nilai Al-Qur’an setelah kembali ke lingkungan masing-masing. Prestasi di arena musabaqah harus berlanjut menjadi keteladanan di tengah masyarakat.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026. Gelaran ini mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Semangat living Quran juga tercermin dalam penyelenggaraan MTQ yang semakin inklusif. Tahun ini, penyandang disabilitas mendapat ruang untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an. MTQ menghadirkan ekshibisi bagi Teman Tuli. Terdapat pula Golongan Tilawah Disabilitas Netra putra dan putri.

Ekshibisi Teman Tuli berlangsung pada 14–16 September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah Indonesia dijadwalkan ambil bagian. Mereka mengikuti golongan Tilawah berupa membaca Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dan golongan Kitabah berupa menulis Al-Qur’an Isyarat.

Kementerian Agama juga memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat dalam momentum MTQ Nasional XXXI. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperluas akses Teman Tuli untuk membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an.

Bagi Menag, syiar Al-Qur’an harus dapat dirasakan seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Nilai Al-Qur’an harus hadir sebagai kekuatan yang menyatukan, memberi kemaslahatan, dan menjawab persoalan kehidupan.

“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang merangkul semua, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua,” ujarnya.

Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak sekadar menghasilkan para juara. Lebih jauh, MTQ menjadi ruang untuk menumbuhkan manusia yang membaca Al-Qur’an, memahami Al-Qur’an, dan menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

APBD Perubahan OKI 2026 Fokus pada Program Berdampak

Next

Muba Tegaskan Acuan Batas Wilayah, Dorong Layanan Publik Lebih Baik di Perbatasan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme