Beranda Palembang Habib Rizieq Shihab : Warisan Kebaikan Haji Halim Lebih Dikenang dari Narasi...

Habib Rizieq Shihab : Warisan Kebaikan Haji Halim Lebih Dikenang dari Narasi Negatif

29
0

Palembang – Suasana khidmat di pemakaman keluarga Jalan M. Isa seketika berubah menjadi momentum refleksi mendalam saat Dr. Habib Rizieq Shihab (HRS) menyampaikan pendapatnya di dekat pusara almarhum Haji Halim, Senin (9/2/2026).

Dalam ziarah tersebut, ulama yang dikenal vokal ini hadir bersama Prof Said Aqil Husin Al Munawar, ia melontarkan kritik terhadap proses penegakan hukum yang menimpa Haji Halim, yang dinilainya telah kehilangan ruh kemanusiaan.

Dengan nada bicara yang tegas namun sarat keprihatinan, Habib Rizieq menyatakan bahwa meski hukum harus tegak, nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh dikorbankan demi prosedur formal semata.

“Saya sangat menyesalkan tindakan aparat penegak hukum yang tetap mengahdirkan almarhum Haji Halim di proses persidangan di tengah kondisi fisiknya yang sudah tua dan harus bergantung pada tabung oksigen untuk bernapas. Tetap menghadirkan terhadap seseorang yang sedang berjuang dengan kesehatannya adalah bentuk pengabaian terhadap rasa keadilan dan penghormatan kepada sosok yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi masyarakat, khususnya di Sumsel ini,” katanya.

Lebih jauh, Habib Rizieq memperingatkan pemerintah agar tidak membiarkan hukum bercampur aduk dengan kepentingan politik.

Ia mencium adanya aroma politisasi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang sengaja membesarkan perkara ini demi tujuan tertentu.

“Saya mengingatkan semua pihak untuk menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, terutama karena almarhum Haji Halim meninggal sebelum adanya putusan pengadilan yang sah, saya sangat prihatin atas bentuk pembunuhan karakter dan framing negatif di media sosial yang mencoba menghapus rekam jejak kedermawanan almarhum dengan stigma kejahatan yang belum terbukti secara hukum,” ujarnya.

“Sosok Haji Halim adalah bukti nyata pengabdian tanpa gelar kiai. Almarhum sangat dekat dengan habaib dan ulama, meski dikenal sebagai pengusaha, jejak kebaikannya terbentang luas mulai dari pembangunan puluhan masjid di Sumatera hingga Pulau Jawa, pemberian bantuan rutin bagi ratusan pondok pesantren, hingga jaminan hidup bagi ribuan anak yatim dan kaum dhuafa. Kedermawanan inilah yang membuat ribuan orang, termasuk para habaib dan ulama, merasa kehilangan, kedermawanannya sangat luar biasa,” katanya.

Momen haru tak terbendung saat Prof. KH. Said Aqil Husin Al Munawar memberikan testimoninya. Suara mantan Menteri Agama RI tersebut bergetar hebat dan berkali-kali terhenti akibat duka yang mendalam.

Di hadapan pusara sosok yang sudah dianggapnya sebagai saudara dan orang tua sendiri, air mata Prof. Said tumpah, menggambarkan kedekatan batin yang sangat kuat.

“Saya sangat dekat dengan almarhum, ia orang baik,” kata Prof Said.

Puncak emosional terjadi saat putra almarhum, Kms. H. M. Umar Halim, menyampaikan rasa terima kasihnya. Ketegaran Umar runtuh saat melihat dukungan moral dari para ulama nasional, sembari memohon doa agar keluarga besar mereka sanggup memikul amanah berat untuk melanjutkan perjuangan sosial sang ayah.

“Saya kehilangan kata-kata, kehadiran para ulama ini adalah kekuatan terbesar bagi keluarga besar kami yang berduka, saya mewakili keluarga besar Haji Halim meminta doa agar sanggup memikul amanah besar untuk meneruskan jejak kedermawanan dan perjuangan almarhum,” pungkasnya.

Ziarah yang berlangsung selama satu jam lebih tersebut turut dihadiri oleh sederet ulama Palembang, di antaranya Habib Umar, Habib Gasim, Ustadz Kemas Ali, dan Ustadz Doni Meilano serta banyak lagi yang lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini