Nusantara Satu-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin mengikuti kegiatan Pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara virtual pada.
Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan dari Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Bapak Iwan Santoso. Dalam laporannya, dijelaskan bahwa terdapat 140 Satuan Kerja Pemasyarakatan dan Imigrasi diusulkan untuk menjalani evaluasi pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM.
Selanjutnya sambutan dari Sekretraris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Bapak Asep Kurnia. Ia mengatakan bahwa perlunya kolaborasi dalam pembangunan zona integritas, komitmen dari semua pegawai sangat diperlukan agar apa yang menjadi target dapat terwujud, sehingga tercipta penataan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien (good governance).
Sambutan dilanjutkan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Bapak Yan Sultra sekaligus membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion Pembangunan Zona Integritas. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan ada lima kunci keberhasilan dalam membangun zona integritas yakni, Komitmen, kemudahan pelayanan, program yang menyentuh masyarakat, monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan dan manajemen media.
Sementara Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Tetra Destorie mengatakan, Lapas Kelas IIA Banyuasin menjadi salah satu satuan kerja yang diusulkan untuk menuju WIlayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dirinya berkomitmen akan terus meningkatkan kinerja, pelayanan serta komponen pengungkit yang diperlukan dalam pelaksanaan evaluasi pembangunan zona integritas.











