Beranda Banyuwangi Pimpinan DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto Sepakat Selesaikan Permasalahan PPAB dan Kacabdindik

Pimpinan DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto Sepakat Selesaikan Permasalahan PPAB dan Kacabdindik

250
0

Nusantara Satu-Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Banyuwangi, Ahmad Jaenuri selalu mangkir dalam undangan hearing yang di jembatani oleh DPRD Banyuwangi.

Membuat Pemerhati Pendidikan Anak Bangsa (PPAB) kembali turun kejalan menggelar aksi bersama Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) dan Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) pada Senin, (5/8/2024).

Rombongan aksi di terima dengan baik oleh Pimpinan DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto yang merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi. Sejumlah pimpinan aksi bahkan di persilahkan memasuki ruangan khusus.tampak diskusi berjalan lancar.

Menurut Suyoto Mahmud Sholeh selaku salah satu pimpinan PPAB,”kami sangat mengapresiasi dengan langkah DPRD Banyuwangi yang cepat dan tanggap dengan apa permasalah yang ada di dunia pendidikan Banyuwangi.ini artinya wakil rakyat benar – benar mendengar suara anak bangsa yang berpotensi putus sekolah.kami berharap DPRD Banyuwangi juga konsisten dengan perjuangan ini.

Kami pun tahu bahwa sebelumnya,DPRD Banyuwangi telah berusaha mengundang hadirkan pihak terkait, dalam hal ini adalah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Banyuwangi. Meskipun Ahmad Jaenuri selaku Kacabdindik tidak pernah datang.

Lebih lanjut Suyoto mengatakan”padahal kita ingin duduk bersama karena hal ini penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan anak bangsa khususnya di Banyuwangi dan agar ada titik temu dalam mencari solusi permasalahannya.jika Jaenuri selaku Kacabdindik masih kekeh tidak mau ketemu untuk hearing,saya pastikan demi memperjuangkan pendidikan anak bangsa kami akan terus bergerak walaupun aksi kami berjilid-jilid.

Sementara dalam keterangannya, Ahmad Munir selaku ketua PPAB mengatakan” pertemuan tadi,kami komponen yang tergabung dalam pemerhati pendidikan anak bangsa di temui dengan baik oleh pimpinan DPRD Banyuwangi di antaranya Michael Edy Hariyanto dan Mahrus Ali.”ungkapnya.

Masih menurutnya”alhamdulilah, Pak Michael, bersedia melanjutkan harapkan kami. Sehingga tadi pak Michael langsung telpon PLT Kepala dinas pendidikan provinsi Jawa Timur yakni pak Aris sekaligus PJ Walikota Batu-Malang.

“Bahkan pak Michael tadi bilang siap menyelesaikan permasalah ini, artinya apa yang di sampaikan beliau sama dengan apa yang di katakan pak Ruliono waktu hearing tempo hari,”katanya.

Dengan kata lain Ahmad Jaenuri selaku kepala cabang pendidikan provinsi wilayah Banyuwangi harus tetap di mutasi keluar dari Banyuwangi sesuai tuntutan kami. Oleh karena Ahmad Jaenuri ini tidak pernah hadir dalam hearing di DPRD, kamipun meminta kepada pemerintah daerah agar juga mendukung kami untuk segera bersurat ke gubernur sebagai rekomendasi bahwa Jaenuri tidak layak menjadi kepala cabang dinas pendidikan provinsi Jawa Timur yang ada di Banyuwangi karena orangnya arogan dan tidak pernah komunikasi dengan pemerintah kabupaten Banyuwangi.
Masih kata Ahmad Munir”dari lima tuntutan kami, tidak ada satupun yang terjawab karena Jaenuri tidak pernah komunikasi.bahkan temuan kami.

untuk daftar ulang, rata-rata di sekolah SMA di Banyuwangi, membeli paket seragam senilai 2 juta lebih menjadi persyaratan untuk di terima sekolah.mestinya kalau sudah lulus di PPDB cukup anaknya daftar ulang tanpa ada persyaratan harus beli paket seragam dan buku.ini kan kasihan bagi wali murid yang kurang mampu,sampai ada yang hutang bank kredit,pinjol segala,ini kan perlu di bahas.

Usai di pertemuan tersebut, koordinator Aksi, Ahmad Farid, menyampaikan “semula permintaan kami ini kan cuma ingin duduk bersama antara dinas pendidikan kabupaten dan provinsi terkait anak putus sekolah ini bagaimana.tapi nyatanya Jaenuri tidak pernah mau menemui. Jangankan ketemu Media dan LSM,bahkan ke Bupati,Sekda pun Jaenuri tidak mau ketemu.ini kan perbuatan yang tidak baik.

“Begini lho, kita turun ke jalan, salah satunya untuk kepentingan anak bangsa, karena undang-undangnya sudah jelas bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa itu kewajiban negara.Jaenuri ini kan sebagai kepala dinas pendidikan provinsi, yang menurut saya abdi negara juga, harusnya dia itu terus menjaga kolaborasi dengan daerah di manapun dia bernaung.kalau kita temui dia terus lari begini,itukan sama saja penghinaan untuk lembaga institusi pendidikan.padahal bagi kami,apa sih jasa yang dia perbuat untuk Banyuwangi,bikin sekolah baru juga gak pernah,”ujarnya. (Faruk Wahyudi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini