Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Palembang

Kaban Suyitno: Tingkatkan Kompetensi Widyaiswara dengan Refresment dan Upgreding

By redaksi
03/31/2023 2 Min Read
0

Nusantara Satu-Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag.  berkesempatan memberikan Pembinaan Pegawai BDK Palembang secara langsung. Pembinaan tersebut bertempat di Ruang Rapat BDK Palembang. Dalam pembinaannya, Suyitno didampingi oleh Kepala BDK Palembang Dr. Saefudin, S.Ag., M.Si., dan Kasubbag Tata Usaha BDK Palembang Mukmin, S.H.I., M.Sy., serta dihadiri oleh pegawai BDK Palembang, Jumat (31/3).

Dalam pembinaannya, beliau mengawali dengan menyoroti potensi widyaiswara. Menurutnya, widyaiswara memiliki potensi yang sangat besar, namun sering terlena dengan kesibukan mengajar.

“Tentunya dengan jam terbang yang tinggi dalam mengajar akan menghasilkan widyaiswara yang luar biasa. Namun, saat ini widyaiswara masih kurang sentuhan, motivasi dan refreshment (penyegaran),” tukas Suyitno.

Ia mengumpamakan widyaiswara seperti sebuah laptop yang memiliki kehebatan dan kecanggihan. Namun, sehebat dan secanggih apapun laptop jika tidak di upgrade dan refresh tentu tidak mustahil akan menjadi lambat bahkan “hang”. Manusia juga seperti itu. Tidak selamanya kita berada pada posisi “On The Top” terkadang di posisi low,” lanjut Suyitno.

“Sebagai manusia, kita membutuhkan refreshment dan upgrading ilmu untuk peningkatan kompetensi”.

Suyitno membandingkan widyaiswara dengan guru dan dosen yang notabene difasilitasi untuk meningkatkan kompetensi.

“Widyaiswara sama layaknya dengan guru dan dosen, dimana mereka selalu meng-upgrade ilmunya. Misalnya saja guru, ada program PKG-PKB, dan dosen melaksanakan short course, pengabdian masyarakat yang dibiayai oleh DIPA. Pantas bila dikomparasi antara pendidik di madrasah dan kampus, mereka tidak larut asyik dalam mengajar saja tetapi mengembangkan kompetensinya dengan berbagai kegiatan. Kita tidak ingin ada image setelah mengikuti pelatihan, para alumni tidak mendapatkan apa-apa.

Oleh karenanya, Suyitno menyampaikan kabar gembira bagi para widyaiswara. Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI akan membuat program bantuan Pendidikan S3 bagi widyaiswara. Dimana Widyaiswara yang belum menempuh Pendidikan S3, nanti Wajib menempuh S3. Tentunya akan dibuatkan program bantuan pembiayaan dalam menempuh S3, dan juga kita akan skemakan Short Course untuk widyaiswara baik di dalam maupun luar negeri,” ungkap Suyitno.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Rumah Tua Ini Masih Kokoh, Walau Dua Kali Diterjang Banjir Badang Lahat

Next

Semarakkan Syiar Islam, PTBA Gelar Lomba Marawis

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme