Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
PalembangPendidikan

Festival Generasi Islami Kreatif Ajang Tingkatkan Kreatifitas dan Keberanian Anak

By redaksi
02/03/2023 3 Min Read
0

Nusantara Satu-Ponpes Modern Terpadu Nurul Qomar Palembang menggelar Festival Generasi Islami Kreatif 2023 tingkat TK, SD, SMP dan umum Se-Sumsel yang dilaksanakan di Ponpes Modern Nurul Qomar, Kamis (2/2/2023).

Festivak dengan tema “Bersama Kita Bentuk Pribadi Kreatif, Berani dan Berkarakter Islami” ini dihadiri langsung Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi H Drs Riza Fahlevi MM serta Forkompinda Kota Palembang dan Ketua Dewan Ponpes Nurul Qomar, Dr Wijaya MSI serta Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Qomar Ustad Ustad Orbit Rupawan, S. Th. I.

Gubenur Sumsel, H. Herman Deru saat diwawancarai mengatakan, Ponpes Nurul Qomar ini berada di tengah-tengah kota. Dengan kemandirian yang luar biasa Ponpes ini melayani pendidikan TK/RA SD/MI, SMP setara SMP dan sekolah SMA setara MA yang kurikulumnya umum tapi agamis.

“Muatan pendidikan disini mengutamakan agama Islam. Hari ini Ponpes Nurul Qomar menyelenggarakan festival lomba kreativitas. Ini sama dengan mempersiapkan generasi milenial atau generasi Z untuk menjadi generasi cerdas, punya akhlak dan berani berkompetisi,” ujarnya.

“Pondok pesantren ini merupakan tempat untuk menempa anak menjadi insan yang memiliki nilai tambah. Karena selain belajar ilmu pengatahuan. Anak anak disini dididik untuk memiliki karakter dan berakhlak,” bebernya.

Ketua Dewan Ponpes Nurul Qomar, Dr Wijaya MSI saat dimintai keterangannya menuturkan, Festival ini dalam rangka lebih melatih daripada para santri dan santriwati dan siswa.

“Kami Sebagai penyelenggara sebagai tuan rumah seperti yang pimpinan pondok pesantren tadi bilang bahwa kami tidak ikut kegiatan ini kami hanya penyelenggara. Objektivitas terhadap lomba ini betul-betul dijaga itu yang saya tekankan pada pengurus yayasan jadi kita sportif,” katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, festival ini sudah dimulai sejak tahun 2016 sempat terhenti karena Covid.

“Sekarang kita laksanakan lagi Festival Generasi Islami Kreatif 2023 tingkat TK,SD,SMP dan umum se Sumsel. Pesertanya 578 dari pondok pesantren sesumsel. Kalau untuk RS,TK, SMP dan SD itu kota Palembang,” ungkapnya.

“Selain itu, pesertanya juga ada yang dari non muslim dari sekolah-sekolah Katolik, Kristen,” tambahnya.

Untuk perlombaan, dia menuturkan, yang diperlombakan ada 9 sampai 16 kalau dengan lomba internal. Karena ada lomba mewarnai, lomba melukis, ada lomba tari tari kreasi tari modern.

“Misi dari pondok pesantren Nurul Komar ekstrakurikuler diarahkan kepada 3 aspek pertama ekonomi produktif. Jadi mereka dilatih untuk kewirausahaan salah satunya melatih mereka untuk menjadi event organizer, event wedding.
Kemudian melatih berhubungan untuk orang-orang keberanian tampil. Kedua pengembangan nalar dan intelektual kami adakan penulisan pers dan sebagainya dan yang. Ketiga sebagai bentuk olahraga budaya dan kreasi,” bebernya.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Qomar Ustad Ustad Orbit Rupawan, S. Th. I menuturkan, Festival ini kegiatan beberapa tangkai lomba beberapa tingkatan lembaga pendidikan ada untuk tingkat TK setara RA, SD atau setara MI, SMP atau setara MTs dan SMA setingkat MA.

“Ada lomba mewarnai. Di level SD ada lomba tahfidz. Tingkat SMP ada MTS ada tari Melayu l, cerdas cermat ada lomba pidato. Tingkat umum atau madrasah fashion show dan Hadroh,” katanya.

“Festival ini adalah ajang silaturahmi. Kami sebagai penyelenggara kami tidak ikut lomba. Harapannya silaturahim antar lembaga terjalin dan arah pendidikan sebagaimana saran pak gubernur tadi agar lembaga pendidikan betul-betul membentuk karakter anak-anak didik menjadi pribadi yang kreatif berani dan punya karakter Islam yang kuat,” pungkasnya.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Tak Cuma Jual Gabah, Petani Air Sugihan Kini Produksi Beras Sendiri

Next

Turnamen Bola Volly, Tandai Hari Jadi Desa Menanti

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme