Beranda Ogan Komering Ulu Selatan Sigap Dalam Harkamtibmas, Kapolres OKU Selatan Tinjau Jembantan Gantung Desa Jagaraga

Sigap Dalam Harkamtibmas, Kapolres OKU Selatan Tinjau Jembantan Gantung Desa Jagaraga

706
0

OKU Selatan Sumsel, beberapa waktu yang lalu beredar informasi bahwa masyarakat desa Damarpura dan desa Jagaraga bertaruh nyawa melintasi jembatan Telemo yang kondisinya sangat memperihatinkan. Topik ini sempat viral melalui medsos Facebook dan WA.

Jembatan Telemo merupakan akses utama warga setempat menuju desa induk dan pasilitas umum. Diketahui kondisi jembatan tersebut rusak parah pasca diterjang banjir 4 tahun yang lalu. .

Sebanyak 350 KK atau warga dari dua dusun yang ada di desa Jagaraga dan Desa Damarpura sudah tidak bisa lagi melintas, terutama bagi warga yang akan menuju ke kawasan perkebunan.

Terkait hal tersebut Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, AKBP Indra Arya Yudha didamping Kasat Intel Polres OKU Selatan, Kapolsek Simpang, Camat Simpang dan Kepala Desa Jagaraga, Damarpura dan Kepala Desa Bandar beserta tokoh masyarakat meninjau langsung lokasi jembatan tersebut.

Sebelum meninjau lokasi Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha berdialog langsung dengan Camat Simpang, Para Kepala Desa dan Tokoh masyarakat terkait situasi Kamtibmas di kecamatan Simpang.

Pada kesempatan ini, Kapolres mengatakan berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, jembatan gantung yang putus tersebut akan secepatnya diperbaiki oleh Pemda melalui pemerintah pusat.

“Harapan kami juga sama dengan masyarakat desa Damarpura dan Jagaraga, jembatan tersebut agar segera diperbaiki sehingga bisa berfungsi kembali untuk menunjang perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Dikatakan Kapolres kesigapan pihaknya meninjau lokasi jembatan putus itu guna berperan penting dalam mengimplementasikan program Polri yakni penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

“Kegiatan ini sebagai upaya dalam menjaga keselamatan masyarakat dan juga pencegahan pandemi Covid-19 yakni dengan meningkatkan kepekaan faktual terhadap situasi global, regional dan lokal”,jelas Kapolres

Adapun Camat Kecamatan Buana Pemaca, Rudi Wahono pada kesempatan ini mengatakan, sebelumnya pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat telah melakukan tinjauan verifikasi terhadap jembatan gantung tersebut.

“Pengecekan akses vital masyarakat itu guna melakukan verifikasi terhadap usulan proposal yang disampaikan BPBD Kabupaten OKU Selatan. Jembatan tersebut juga akan segera dibangun melalui anggaran pusat atau APBN melalui BNPB Pusat”,jelas Camat

Sementara itu Waryanto salah satu warga dusun 4 desa Jagaraga tepatnya warga yang berada di seberang jembatan gantung tersebut, mengaku terharu akan kepedulian Kapolres yang hadir secara langsung ditengah-tengah masyarakat.

“Dengan hadirnya Kapolres ke desa kami ini, kami sangat berterima kasih dan merasa terharu. Kami juga mengapresiasi kepedulian Kapolres”,jelasnya

Dikatakan Waryanto, pasca jembatan gantung tersebut rusak dan tak bisa dilalui dirinya mengaku kesulitan untuk melakukan aktivitas di luar dusun.

“Apa lagi disaat akan mengeluarkan hasil bumi”,terangnya.

Selaku warga desa yang kerap melintas di jembatan, dirinya berharap jembatan itu segera diperbaiki oleh pemerintah, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga sekitar.

“Kita berharap pemerintah dapat segera membangun jembatan tersebut, sebab kini warga tak berani melewati jembatan itu,”ujarnya

Lebih lanjut Waryono mengakui, ada akses alternatif, namun jarak yang ditempuh cukup jauh dengan selisih jarak tempuh belasan kilometer, sehingga jika terdesak warga setempat terpaksa mengambil jalur menyeberangi sungai.

Senada dengan Waryono Kepala Desa Jagaraga, Tajri mengucapkan terimakasih atas kepedulian Kapolres OKU Selatan yang telah berkenan meninjau keaadan desa dan warganya.

Tajri juga mengatakan kondisi jembatan darurat penghubung dua dusun tersebut memiliki panjang 105 meter dengan kondisi memprihatinkan dan pondasi jembatan telah miring kearah kanan.

“Beberapa papan pijakan jembatan sudah banyak yang copot, bahkan jembatan tersebut juga sudah tidak bisa digunakan lagi. Secara keseluruhan kondisi fisik jembatan sudah tidak layak, tiang penyanggah sudah miring dan semak belukar telah memenuhi bagian sisi pangkal jembatan”,pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here