Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Rosjonsyah Evaluasi Sistem Perencanaan BPKD untuk Optimalkan PAD

By redaksi
09/01/2021 2 Min Read
0

Bengkulu, Nusantarasatu.co.id – Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini. Pasalnya, sejak pandemi COVID-19 melanda sudah hampir 2 tahun ini, PAD yang menjadi urat nadi sebuah pembangunan di daerah mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Untuk itu, Wakil Gubernur (Wagub) Rosjonsyah menggelar rapat bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) di ruang rapat Pola Pemprov Bengkulu, 01/09/2021.

Dalam arahannya, Rosjonsyah mengatakan bahwa rapat digelar guna mengevaluasi sistem perencanaan BPKD terkait kinerja pencapaian hasil.

“BPKD ini jantung birokrasi maka harus dioptimalkan kinerjanya. Saya mengapresiasi pencapaian dalam meraih Opini WTP 3 kali berturut-turut. Walaupun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Dengan pencapaian luar biasa ini harusnya menjadi acuan para ASN dijajaran BPKD untuk lebih baik lagi,” papar Rosjonsyah.

Bupati Lebong dua periode ini, menginginkan pengoptimalan pendapatan pajak daerah melalui kolaborasi antara Badan BPKD dengan OPD terkait serta sinergi yang harus lebih dimaksimalkan lagi ke depan untuk mendukung 18 program Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Kita membahas strategi upaya mensinkronisasikan terhadap 18 program Gubernur dan Wakil Gubernur,” jelasnya.

Hasil daripada pertemuan ini, harap Rosjonsyah bisa memberikan solusi atas permasalahan terkait apa yang menjadi tujuan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Sementara itu, Kepala BPKD Provinsi Bengkulu Noni Yuliesti mengatakan, telah melakukan upaya optimalisasi, seperti melakukan inventarisir aset daerah untuk ditelusuri lebih lanjut. Hingga saat ini sudah masuk tahap pencarian dokumen sebagai kelengkapan sekaligus pendukung.

“Dari awal komitmen kita memang fokus untuk meningkatkan pendapatan daerah, pengelolaan keuangan, dan penataan aset daerah kita. Mudah-mudahan dengan adanya pengarahan dan pembinaan dari bapak wakil gubernur menambah motivasi kerja kita. Beliau memberi dorongan agar kendala, serta hambatan yang selama ini kami hadapai bisa terpecahkan,” katanya.

Noni juga mengatakan, seluruh aset Pemprov harus masuk dalam pendataan. Sehingga nanti dapat terpilah, mana aset yang perlu dihibahkan, mana yang sudah layak dihapuskan.

“Semua harus ada data terverifikasi dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku,” jelasnya.

Saat ini, tambah Noni, nilai aset yang berhasil diselamatkan oleh pemerintah provinsi Bengkulu sudah mencapai 5 triliun rupiah.

“Intinya apa yang sudah terdata menjadi aset negara harus kita selamatkan. Kita melakukan ini bukan semata-mata untuk raihan Opini WTP saja, tapi lebih daripada itu, yaitu penyelamatan harta milik masyarakat atau negara ini,” pungkasnya.

Tags:

pemprov bengkulu
Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Bengkulu dan KAHMI Audiensi

Next

Pemprov Bengkulu dan Angkasa Pura II Perkuat Sinergi

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme