Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Close

Search

Ogan Komering Ilir

Pihak RSUD Kayuagung Bantah, Soal Penahanan Pasien Persalinan

By redaksi
03/03/2021 3 Min Read
0

Nusantara Satu-Terkait pemberitaan adanya berita Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung telah menahan bayi dan ibunya lantaran tidak ada biaya untuk persalinan, dibantah oleh pihak RSUD Kayuagung Ogan Komering Ilir(OKI), dan menganggap berita tersebut tidak benar adanya dan tidak berdasarkan konfirmasi terlebih dahulu.

“Kami pihak Management RSUD Kayuagung membantah dan menyatakan,” tidak ada Ibu dan bayi yang baru melahirkan di RSUD Kayuagung ini tidak bisa pulang karena tidak ada biaya persalinan. Kalaupun ada berita demikian itu merupakan berita tidak benar, tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak RSUD tersebut, “Demikian disampaikan Kabag Tata Usaha RSUD Kayuagung OKI Iskandar Puad S.Sos MSi melalui Kasubag Humas dan Kemitraan Citra Rabu(03/3/2021).

Diruang kerjanya dia menjelaskan, mengenai adanya pemberitaan yang ada atas nama pasien Yunila(30) tahun dan bayinya asal Pangkalan Lampan Desa kepulauan ditahan masalah persalinan karena, tidak adanya biaya tidak bisa pulang itu tidak benar sama sekali.

“Pihak rumah sakit tidak pernah menahan bayi (Afifah Keysya Putri) dan pasien ibunya (Yunila) untuk pulang pasca melahirkan dengan operasi Caesar, apalagi dengan alasan karena pasien tidak ada biaya persalinan, dan saya (red-Citra) jelaskan sekali berita itu tidak benar,” Ucapnya.

Citra juga mengungkapkan,” prosedurnya begini, setiap pasien yang baru melahirkan apalagi pasca operasi kecil atau pasca operasi caesar, SOP pelayanan rumah sakit pasca operasi tersebut itu minimal 3(tiga) dan 5 (lima) hari setelah operasi baru bisa pulang, itupun bila pasien tidak ada keluhan sama sekali.

“Bila ada keluhan tentunya bisa lebih dari tiga hari bahkan lebih tergantung perkembangan kesehatan pasien dan apabila benar-benar tidak mampu masalah biaya persalinan di RSUD Kayuagung ada BPJS yakni Jampersal(jaminan persalinan) gratis,”Ungkapnya.

Meskipun pasien atau keluarga pasien mendesak untuk pulang paksa, kita tidak pernah mengizinkan itu karena keselamatan dan kesehatan pasien lebih utama. Namun bila pasien atau keluarga pasien tetap memaksa itupun harus ada surat pernyataan pulang paksa yang harus diisi dan ditandatangani oleh pasien atau keluarga pasien.
“Kalaupun setelah pulang paksa ada sesuatu terjadi terhadap pasien maka, kami pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab, untuk itu harap dimaklumi,”ujarnya.

“Siapapun pasien yang berobat atau mau melahirkan, RSUD Kayuagung tetap melayani selagi dalam prosedur. Misalnya pasien dari Desa/Kelurahan mau berobat ke Poskesdes bisa dirujuk ke puskesmas terdekat dan bila pihak puskesmas tidak dapat memberikan pelayanan karena resikonya tinggi dan harus dirujuk ke RSUD Kayuagung ya kita terima. Apabila juga karena suatu alasan pihak RSUD Kayuagung tidak bisa memberikan tindakan atau pengobatan karena resiko dan karena peralatan kurang lengkap serta saran dari dokter agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit di Palembang ya kita rujuk ke rumah sakit Palembang yang sudah kita konfirmasi. Namun pasien atau keluarga pasien juga harus mentaati prosedur yang ada, sehingga semuanya dapat berjalan lancar, untuk itu mari kita saling maklum dan saling menghargai,” Harapnya.

Sementara itu tempat terpisah, Jepri(31) tahun warga RT 03 RW 02 Dusun III Desa Kepulauan Kecamatan Pangkalan Lampam OKI yang merupakan suami dari pasien Yunila(30) tahun dan ayah dari bayi (Afifah Keysya Putri) saat diwawancarai awak media di ruang kebidanan RSUD Kayuagung mengatakan, awal mulanya ada orang yang menanyakan masalah persalinan isteri saya(red-Yunila), menawarkan jasanya bahwa ada persalinan gratis tidak ada biaya dan saya pun(red-Jepri) bertanya masalah surat-menyuratnya seperti apa tidak kurang dan lebih saya(red-Jepri) berbicara seperti itu, mengenai berita bahwa istri dan bayi kami tidak bisa pulang karena tidak ada biaya persalinan itu tidak benar adanya, dan masalah berita terbit saya tidak tahu sama sekali.

“Yang jelas tidak ada pihak rumah sakit Kayuagung yang tidak mengizinkan istri dan bayi kami untuk tidak bisa pulang disebabkan karena tidak ada biaya, dan kami tidak bisa membayar biaya persalinan,” Pungkasnya. (ukik)

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemkab OKI Siap Antar Alisya ke Panggung LIDA 2021

Next

Pemkab OKI Usulkan Ratusan Formasi ASN 2022

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme