Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Close

Search

PALIPolitik

Warga Pahlawan Kabupaten PALI Lapor ke Pihak Berwajib

By redaksi
12/10/2020 3 Min Read
0

Nusantara Satu-Tak terima dirinya di keroyok oleh orang tidak di kenal yang mengaku diduga relawan  salah satu Paslon peserta Pilkada PALI, serta diduga bagi-bagi uang Ag (21)  warga Pahlawan, Kecamatan Talang Ubi, PALI, buat laporan polisi, Kamis (10/12/2020).

Dalam laporan tersebut, tertuang dalam LP/B/-103/XII/2020/SUMSEL/Res PALI tanggal 10 Desember 2020. Dalam laporan tersebut, Ag menceritakan berawal dari ia dan rekanya Rg, Hk menggunakan kendaraan roda empat plat BH 99. Dia dan rekanya hendak silatuhrahmi ke rumah mertua Ega yang beralamat di Sumberejo Ujung.  Ega saat itu berada di rumah mertunya,  Selasa (8/12/2020) sekitar pukul 23.15 WIB.

Karena tersasar mobil yang di kendarai oleh Ag balik arah. Tanpa sepengetahuan mereka ada tiga mobil yang menghalangi jalan mereka. Beberapa orang langsung menetuk  pintu kendaraan mereka dan diminta turun oleh pelaku diduga IW.

“Kami diintrogasi oleh mereka, lalu di suruh turun mobil di geledah identitas di periksa, HP disita dalam mobil hanya di temukan plat merah BG 1491 PZ. Tidak  ada uang dan amplop saat di geledah di lokasi,” cerita Ag saat ditemui usai buat laporan di Polres.

Kemudian kami perintahkan turun lalu di pukul dengan menggunakan tangan kosong oleh Dc dan kawan-kawan.

“Posisi gelap lebih dari satu orang yang mukul. Saya di pukul dibagian leher bagian belakang dan kepala bagian brlakang lebih dari lima kali,” ujar Ag.

Dia tidak tahu pelaku dari mana sambung Ag. Dia hanya tahu ada banyak mobil bertulisan “SATGAS ANTI POLITIK UANG” kami di tuduh oleh pelaku membagi-bagikan uang. Padahal tidak bahkan amplop yang disisukan berisi uang ditemukan dalam mobil bikan punya kami.

“Kami di jebak, mereka periksa tidak ada amplop sebelumnya. Mobil lalu di bawak oleh pelaku ke Bawaslu. Mobil yang bawak Ad, saya dibawak menggunakan Inova Reborn abu-abu B 788 DEN, Rg dibawak mobil Innova Riborn B 4 DEL, HK dibawa menggunakan Triton,” beber Ag.

Sementara saat di Bawaslu, mobilnya kembali di periksa. Saat di petiksaa dalam dasbor mobil ada amplop. Dia kaget amplop 9 buah berisi uang ada isi Rp 200 ribu dan Rp 100 ribu. Itu bukan miliknya dia tidak tahu siapa yang masukan.

“Bukan punya kami amplop berisi uang itu, saya pastikan itu sabotase dan di jebak, dan saya di minta buka amplop itu oleh Bawaslu. Kami tidak bawak uang dan tidak bagi-bagikan uang. Kami bukan timses,” tegasnya.

Masih kata Ag,  atas kejadian itu, dirinya dan rekanya merasa jadi korban penganiayaan dan jadi korban jebakan atas amplop  yang diduga money politik. Oleh sebab itu, dia memutuskan untuk melaporkan pelaku penganiayaan, pengeroyokan dan ini jelas  Fitnah (pencemaran nama baik)  terkait amplop money politik, dalam petistiwa ini berharap polisi bisa mengusut pelaku pengeroyokan dan juga ini jelas  sabotase diduga.

“Meletakan amplop berisi uang dalam mobil saya. Ini jelas nama baik saya tercrmar, saya tidak ada kaitanya money politik ,”  pungkas Ag.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres PALI, AKP Rahmad Kusneidi S.Kom melalui Kanit Pidum Ipda Arzuan SH, membenarkan pihaknya trlah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan dengan laporan, LP/B/-103/XII/2020/SUMSEL/Res PALI tanggal 10 Desember 2020.

“Saat laporan masih dalam pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Terkait dugaan sabotase amplop adalah rangkaian laporan korban kasus dugaan penganiayaan, laporan sudah kita terima dan kita proses,” terangnya.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati Pali Heri Amalindo Berikan Penghargaan Satia Lencana Kepada PNS dan Kades

Next

Kelapa Sawit Berkelanjutan Muba Pukau Konferensi Mark Plus Ke-15

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme