Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur Palembang, secara resmi dimulai pengerjaan dengan groundbreaking di buka secara langsung oleh Wali Kota Palembang, bersama Wakil Gubernur dan Kementerian PUPR melalui Direktur Jenderal Cipta Karya.

Proyek pembangunan IPAL ini, merupakan bantuan dana hibah dari Pemerintah Australia yang diharapkan dapat mengurangi pencemaran aliran sungai musi akhirnya akan segera dimulai pengerjaannya.

Diketahui, proyek tersebut mendapat bantuan dana hibah Australia sebesar Rp 450 Miliar, dan pendampingan dana APBN dan APBD senilai Rp 1,2 Triliun.

Australian Charge d’Affaires to Indonesia, Alison Duncan menerangkan jika, Kota Palembang merupakan satu-satunya kota di Indonesia, yang diberi hibah.

“Karena Kota Palembang, satu – satunya yang lulus kriteria dan penilaian,”jelasnya

Usai groundbreaking, Wali Kota Palembang menegaskan komitemen pemerintah Kota, terkait instaliasi pengolahan air limbah.

Bahwa saat ini terang Harnojoyo, masih ada sebanyak 69 hingga 71 persen masyarakat kota Palembang yang masih membuang limbah ke air sungai musi dan berdampak pada pencemaran aliran sungai.

“Maka dari itu, untuk menjaganya melalui Sanitasi atau Instalasi Pengolahan Air Limbah yang saat ini sedang kita laksanakan,” ungkap Walikota Palembang dua periode tersebut.

“Mudah-mudahan ini menjadi komitmen kita semua untuk sama-sama mendukung proyek ini, sehingga proyek ini bisa berjalan dengan baik dan tepat waktu, sehingga yang dapat manfaatnya ini adalah masyarakat kita. Karena hidup sehat ini membutuhkan air yang bersih,” tambahnya.

Harnojoyo menyampaikan, dengan adanya IPAL tersebut juga, air baku PDAM yang satu-satunya bersumber dari sungai musi, diharapkan dapat terhindar dari aliran sungai yang tercemar oleh limbah rumah tangga dari pembuangan warga. “InsyaAllah dengan pembangunan IPAL ini setidaknya pencemarannya terkurangi,” ujarnya.

Ia juga memaparkan, selain dari danah hibah Pemerintah Australia, proyek IPAL itu juga terdiri dari dana APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota. “Dan kami akan komitmen terkait itu, sehingga pada saatnya nanti pemanfaatan ini dapat sesuai dengan harapan kita,” terangnya.

Bila pembangunan selesai, maka limbah akan dikelola dengan IPAL, sehingga Sungai Musi terbebas dari limbah.

Panjang IPAL yang akan dibangun jelas Harnojoyo, sepanjang 8 KM, dengan pipa induk dari Jalan Sudirman, Ali Gatmir, Yos Sudarso, Lemabang, Mayor Zen sampai ke Selayur, dengan berkapasitas 22.000 sambungan.

“IPAL Sei Selayur ini, akan mengcover 22.000 sambungan di wilayah barat dan timur, dengan cakupan di empat Kecamatan yakni IB 1, IB II, IT 1, dan Kalidoni,”ungkapnya.

Sementara itu, Kementerian PUPR melalui Direktur Jenderal Cipta Karya, Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga membenarkan, terkait dana hibah tersebut, kota Palembang merupakan satu-satunya kota yang mendapatkan hibah dari pihak Australia.

“Karena kota Palembang ini merupakan kota yang paling siap, dan saya sangat menghargai kesiapan kota Palembang untuk menerima hibah ini,” ungkap Danis.

Dijelaskannya, dalam pembangunan IPAL tersebut juga, proyek tersebut tidak hanya berpacu kepada dana hibah, melainkan menjadi suatu kewajiban juga bagi Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR serta kontribusi dari Pemerintah Daerah melalui APBD Provinsi dan APBD dari kota Palembang.

Dikatakannya juga bahwa, saat ini Pemerintah Pusat sedang melakukan konsentrasi terhadap Sanitasi dan air bersih. “Seperti contoh, bahwa kota Palembang yang merupakan kota besar ini melakukannya dengan sistem sanitasi terpadu seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa sanitasi memiliki dua arti yaitu sanitasi yang berkaitan dengan sampah serta sanitasi yang berkaitan dengan air limbah. “Dan ini yang kita berbicara tentang sanitasi air limbah,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here