Nusantara Satu-Musim air Sungai Musi pasang, banyak sampah yang berasal dari hilir, hanyut, mengikuti arus air dan tersangat di bawah rumah warga. Sampah ini terdiri dari kantong plastic, botol air mineral dan Eceng Gondok.
Norman (40 tahun) warga yang bersomisili di lorong Pahlawan, RT 08, Kelurahan Tiga Puluh Dua Ilir, Kecamatan Ilir Barat Dua, mengatakan, musim air pasang ini, banyak sampah yang berasal dari hilir, hanyut, mengikuti arus sungai. Dan pada akhirnya, sampah tersebut tersangkut di bawah rumah warga, Minggu (28/6).
“Memang susah, kalau system air pasang surut ini. Karena sampah ini, kadang berasal dari hilir dan bisa saja berasal dari hulu. Memang sudah seharusnya, pemerintah mengatur persoalan sampah di sungai Musi ini. Kalau tidak di tata secara benar, maka sungai ini, menjadi tempat pembuangan sampah,”ungkapnya.
Sedangkan, menurut, Lisa (20 tahun), warga yang berdomisili di lorong, Palang Merah Indonesia (PMI), Kelurahan Tiga Puluh Lima Ilir, mengatakan, juga barbahaya, banyak sampah di bawah rumah penduduk ini. Karena tempat sampah tersebut menjadi tempat hewan buas.
“Kalau sedang banyak sampah di bawah rumah, ni. Ada hewan buasnya. Seperti Biawak, Ular, Tikus, dan jenis hewan lainnya. Jadi kalau ada anak balita yang sedang bermain, harus kita perhatikan dan di jaga. Kalau tidak di jaga dengan benar, takutnya di seret sama Biawak, atau Ular,”ujarnya. (Ajib)











