Beranda Rillis Pemprov Pemprov Sumsel Mangkaji untuk Membuka Sejumlah Destinasi Wisata

Pemprov Sumsel Mangkaji untuk Membuka Sejumlah Destinasi Wisata

456
0

Nusantara Satu-Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengkaji untuk membuka kembali sejumlah destinasi wisata, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satu agenda pariwisata yang bakal dihelat pada tahun ini, yakni Ranau Gran Fondo di Kabupaten OKU Selatan.

Diketahui, ada empat wilayah di Sumatera Selatan yang ditetapkan pemerintah pusat untuk menerapkan New Normal, yakni Kabupaten PALI, Empatlawang, Pagaralam, dan OKU Selatan. Makanya digelar Ranau Gran Fondo di OKU Selatan.
“Even untuk penggemar olahraga bersepeda ini akan diselenggarakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Event ini berskala internasional. Sayang bila dilewatkan, karena sangat membantu perekonomian masyarakat setempat. Sebab pelaksanaan, termasuk penginapan, melibatkan masyarakat setempat,” kata Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dalam keterangan pers di Gedung Hospitality Kampus Politeknik Pariwisata Palembang, Jumat (12/6).

Dikatakan dia, OKU Selatan dijadikan lokasi even, lantaran kabupaten tersebut sudah diizinkan menerapkan New Normal oleh Pemerintah Pusat. Namun demikian, protokol kesehatan tetap dijalankan.

Sektor pariwisata, ia melanjutkan, paling terdampak dari pandemi Corona. Ini lantaran pemerintah memerintahkan masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, yakni jaga jarak.

“Namun di beberapa daerah, pariwisata outdoor sudah mulai dibuka, dengan penerapan protokol kesehatan, yang sangat ketat. Saya mulai berpikir untuk kembali membuka Jakabaring Sport City. Kita sedang kaji itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat kembali dibuka untuk masyarakat umum berolahraga,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya sedang mengkaji untuk membuka kembali destinasi wisata untuk umum. Untuk destinasi wisata indoor, Pemprov akan melakukan kajian bersama pemilik. Sedangkan untuk destinasi wisata outdoor, harus diterapkan kajian epidemiologi.

“Kita tidak mau sembrono. Karena ini kaitannya dengan virus,” ujarnya.

Pandemi Corona, ia melanjutkan, telah menyebabkan anjloknya kunjungan wisatawan ke Sumsel hingga lebih 90 persen. Inilah yang harus dipulihkan bersama. Dengan tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

“Pemprov akan membiayai pemulihan sektor pariwisata. Ini ada even Ranau Gran Fondo. Pemprov akan membiayainya. Tapi tentu juga minta tolong dengan Kementrian Pariwisata,” tukasnya.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan, ada dua tahapan dalam memulihkan sektor pariwisata di Indonesia.

“Pertama, memulihkan kepercayaan calon wisatawan. Kuarter keempat kita bicara ini kalau memang situasi sudah membaik di seluruh dunia. Karena ini bukan hanya masalah Indonesia, tapi dunia,” ujarnya.

Menurutnya, pasar pariwisata dan destinasi wisata sedang sakit. Makanya harus dipulihkan kepercayaan calon wisatawan melalui penerapan protokol kesehatan.

“Siapa yang akan menerapkan protokol kesehatan, masyarakat, pelaku pariwisata, dan pekerja pariwisata. Biar orang luar tahu, Indonesia menerapkan protokol kesehatan dengan serius. Maka mereka berani datang,” tuturnya.

Di akhir tahun ini, ia mengatakan, baru akan dilakukan promosi pariwisata. Jadi bukan sekarang waktunya saat pandemi masih berlangsung, dengan kasus penularan yang masih tinggi.

“Ayo kita bangun imej Indonesia. Imej terbangun, terjaga, orang akan percaya untuk datang. Baru kita promosi pariwisata. Sekarang kita targetkan kunjungan domestik dulu. Tapi masyarakat harus diminta tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara di Sumsel banyak dari Singapura dan Malaysia.

“Sekarang tergantung maskapai penerbangan. Kalau mereka sudah mulai membuka kembali penerbangan langsung ke Palembang, otomatis wisatawan mancanegara akan bangkit kembali,” ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya telah menginstruksikan semua daerah di Sumsel untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Jangan salah persepsi, new normal ini bukan berarti bebas. Boleh beraktivitas normal kembali sebagaimana biasa, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Ia mencontohkan, misalkan ada wisatawan mau berkunjung ke suatu destinasi wisata. Ia tidak datang dengan rombongan. Lalu beli tiket tidak lagi langsung, melainkan secara online. Kemudian setiap mau berkunjung ke destinasi wisata, tetap cuci tangan dan pakai masker.

“Itu tidak boleh ditinggalkan. Kita tidak tahu pandemi ini kapan berakhir. Vaksinnya juga belum ditemukan. Namun, dengan menerapkan protokol kesehatan, penyebaran virus ini bisa ditekan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini