Nusantara Satu-Kasus positif terpapar Virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan terus bertambah, kendati penambahannya menunjukkan tren melambat. Per Rabu (3/6) terdapat penambahan sepuluh kasus baru, sehingga total terinfeksi virus tersebut di Sumsel sebanyak 1029 orang orang.
“Hari ini ada penambahan kasus baru 10 orang, yang tersebar di Kota Palembang 2 orang, Muratara 2 orang, Banyuasin 5 orang, dan OKU Selatan 1 orang,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel, Yusri, dalam keterangan pers secara virtual di Sumsel Command Center, Rabu (3/6).
Sementara kasus konfirmasi sembuh hari ini dua orang, yang berasal dari Prabumulih 1 orang dan Ogan Ilir 1 orang. Sehingga total sembuh 226 orang. Adapun pasien Covid-19 yang meninggal pada hari ini tidak ada. Sehingga kasus meninggal masih tetap 34 orang.
Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga hari ini di Sumsel sebanyak 6427 orang, selesai pemantauan 4273 orang, dan masih dalam proses pemantauan 2154 orang.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 623 orang, selesai pengawasan 253 orang, masih dalam proses pengawasan dalam proses perawatan di rumah sakit 370 orang.
Sampel yang dilakukan pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang sampai hari ini 4721 orang. Dengan rincian, sampel Orang Tanpa Gejala (OTG) 3760 orang, PDP 761 orang, dan ODP 200 orang.
Dari sampel tersebut, sampel yang positif sebanyak 1029 orang, sampel negatif 530 orang, masih dalam proses pemeriksaan 3162 orang.
Dikatakan, penularan masih berlangsung walapun penambahan kasus baru Covid-19 cenderung menurun.
“Kami yakin itu lantaran peran kita semua yang disiplin dalam menjalankan protocol kesehatan, seperti memakai masker, sering mencuci tangan, jaga jarak. Semakin disiplin kita, Insha Allah penambahan kasus baru akan terhenti. Dan kita keluar dari pandemi ini,” tuturnya.
Disinggung soal pembukaan tempat ibadah di Kota Palembang, ia menyarankan masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan saat beribadah.
“Kalau memang masjid dibuka, setiap habis salat, kami menganjurkan untuk selalu membersihkan lantai dengan cairan pembersih lantai. Apabila ada virus yang menempel bisa mati,” ucapnya.
Ia juga mengimbau pengurus masjid agar memberikan imbauan kepada jamaahnya, terutama mereka yang ada keluhan saluran pernapasan atau sakit, agar tidak melaksanakan salat berjamaah.
“Walaupun salat berjamaah tetap memakai masker. Dengan demikian, kita bisa melaksanakan aktivitas keagamaan dengan tetap menjaga kesehatan,” pungkasnya.











