Beranda Ekonomi Sawit Berkelanjutan Dialog Sosial untuk Pekerjaan yang Layak

Sawit Berkelanjutan Dialog Sosial untuk Pekerjaan yang Layak

760
0

Nusantara Satu-Jaringan Serikat Pekerja-Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKIFC) menggelar Regional Workshop Promoting Decent Work In Palm Oil Plantation, Sawit Berkelanjutan : Dialog Sosial untuk Pekerjaan yang Layak di Hotel Batiqa Jalan Kapten Arivai, Kamis (05/12/19) Palembang.

Acara Workshop dibuka oleh Drs H Koimudin SH MM Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan. Hadir Ketua Umum GAPKI Immanuel Manurung Pengurus Bidang Ketenagakerjaan, Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto, Steering Committe JAPBUSI Drs Al Mansur Ketua Umum FSPPP KSPSI, Ketua Umum FSB Nikeuba Carlos Rajagukguk, Project Coordinator ILO Yunirwan Gah.

Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto dalam sambutannya mengatakan,  bahwa usaha bidang industri kelapa sawit sedang menghadapi isu perang dagang terutama kampanye negatif seperti deforestasi, pekerja anak, kebakaran hutan dan lahan.

“Kita harus sama-sama berjuang karena yang kita hadapi bukan persoalan didalam negeri, kita menghadapi persoalan diluar negeri, kampanye-kampanye negatif. Kalau kita didalam negeri tidak ada sinergi, bagaimana kita menghadapi perang dagang dalam hal komoditi. Bukan rahasia lagi perang dagang ini dimanipulasi dengan kampanye-kampanye negatif, seperti masalah deforestasi, pekerja anak, kebakaran hutan, kebakaran lahan,” ungkap Alex.

Ditempat yang sama Drs. H. Koimudin SH MM selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel dalam pidatonya mengatakan,” bahwa di Provinsi Sumsel ini kita mempunyai 5746 perusahaan yang wajib lapor  kemudian kita mempunyai jumlah tenaga kerja 337.265 orang yang wajib lapor, kemudian juga kita mempunyai jumlah pegawai pengawas 58 orang dan mempunyai 17 orang mediator, mediator ini dari 17 kabupaten/kota karena dikabupaten sudah tidak ada lagi mediator,”ucap Koimudin dalam pidatonya.

“Ini merupakam tantangan tersendiri bagi kami sehingga kami harus melahirkan mediator baru guna membangun industrial antara pekerja dan perusahaan, kondisi yang Harmonis dan berkeadilan hanya bisa dicapai dengan pengusaha dan pekerja saling bahu membahu, mengerakan roda perusahaan dengan baik untuk mencapai industrial yang ideal harus ada pengaturan kerja yang baik jadi acuan yang utama untuk Kerja,”ungkap Koumudin

Melalui kegiatan ini saya berharap, dalam upaya bersama dalam meningkatkan produktifitas perusahaan dan pekerja juga kesejahteraan pekerja sektor Perkebunan kelapa sawit, kita Provinsi Sumsel menetapkan UMP untuk Tahun 2020 sebesar 3.43, 111 rupiah tetapi ini masih kita tunggu sampai 21 Desember untuk bagi perusahaan mengajukan penangguhan dan apabila keberatan kepada upah yang ditetapkan UMP maupun UMK yang telah ditetapkan oleh Bupati maupun Walikota,” tutup Koimudin

Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto menambahkan,” Kita mengharapkan satu sinergi, Tema yang dipakai sama dengan apa yang akan disampaikam yaitu “Sinergi Transpormasi dan juga Inovasi” kami dari GAPKI ingin sekali dan juga sangat berharap kedepan kita bisa besinergi, karena segala upaya ataupun usaha yang akan kita lakukan tanpa sinergi itu tidak akan bisa terwujud,” tutur Alex.

“Bersinergi ini bukan cuma hanya dari kami selaku pelaku usaha tapi juga perlu dukungan dari pemerintah kemudian dukungan juga dari pada serikat pekerja,”tambahnya.

Drs. Al Mansur selaku Ketua Umum FSPPP KSPSI ketika diwawancarai menuturkan, acara ini memang kita bekerja sama dengan GAPKI dan ini sudah yang Ke 4 kalinya pelaksanaan didaerah, kita juga sudah pernah melaksanakan kegiatan ini di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah juga Medan Sumatera Utara selain kita dengan GAPKIN AILOG dan CEMP, CEMP ini adalah serikat pekerja internasional,” ungkap Al Mansur.

Ini merupakan sejenis Konfigurasi, tujuan acara ini sendiri untuk menangkap pelan-pelan serikat pekerja untuk terjadinya hubungan Harmonis dengan Pengusaha dalam hal ini diwakilkan, yang hadir juga ada anggota Gapkin sebanyak 52 anggota dari jumlah ini ada 20 dari Gakmusi dan sisanya dari Gapkin.

“Supaya keduanya bisa besinergi bisa Harmonis dalam melaksanakan himpunan induastrial ini, pesertanya sendiri yang ada di Sumatera Selatan, ada yang dari pertanian dan Perkebunan, ada PT nya, ada PC nya terkaper bergerak diperkebunan sawit, mengenai menangkal kampanye negatif karena isu-isu negatif seperti masalah pekerja Anak kemudian jender wanita ini hak-hak mereka yang dikampanye hitamkan karena tidak adil katanya, status pekerjaan mereka yang tidak jelas makanya kita menepis isu-isu itu maka mengangkat hasil jual kita,”tutupnya. (Akip)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini