Beranda Pendidikan Sidang Terbuka Senat Universitas Sriwijaya

Sidang Terbuka Senat Universitas Sriwijaya

993
0

Nusantara Satu-Sidang terbuka senat universitas sriwijaya ‘Pengukuhan Guru Besar ‘Prof. DR. DRA. Poedji  Loekitowati Hariani, M. Si Bidang Ilmu Kimia dilaksanakan di Gedung Serbaguna Pascasarjana Unsri Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang, Jum’at (29/11/2019).

Adapun yang menghadiri Sidang terbuka senat universitas sriwijaya Pengukuhan Guru Besar, Ka Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel, Ketua Senat Universitas Sriwijaya, Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Ir H. Anis Saggaff MSCE, Sekretaris Senat dan Anggota Senat Universitas Sriwijaya, Para Guru Besar juga Wakil Rektor L, ll, lll, lV Universitas Sriwijaya.

Pengukuhan Guru Besar Prof. DR. DRA. Poedji Loekitowati Hariani, M. Si Bidang Ilmu Kimia dengan judul ” Nanomagnetik : Tren Masa Depan Dalam Mengatasi Pencemaran Lingkungan.

Usai Pengukuhan Guru Besar dalam pidatonya Prof. DR. DRA. Poedji Loekitowati Hariani, M. Si mengatakan,” Revolusi industri 4.0 merupakan harapan dan tantangan bagi Indonesia, Khususnya pada sektor kelestarian lingkungan hidup. Pengertian industri 4.0 disektor lingkungan adalah dimana semua elemen meningkatkan dan berpihak kepada daya dukung lingkungan.

Esensi dari revolusi industri 4.0 ialah industri yang ramah lingkungan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Era revolusi infustri 4.0 akan mempermudah dalam pemantauan pencemar dan perubahan iklim global melalui data data lingkungan yang dapat diakses dengan mudah serta mampu menjadi early warning system dalam mengatasi permasalahan yang ada, ucap Poedji dalam pidatonya

Nano sains adalah ilmu yang mempelajari sifat sifat unik yang muncul ketika ukuran mendekati skala nanometer, sedangkan teknologi nano adalah ilmu dan rekayasa dalam penciptaan material, struktur fungsional, maupun peranti dalam skala nanometer. Sebagai perbandingan, rambut manusia memiliki diameter 50.000 hingga 100.000 nm sehingga satu nanometer kira kira sama dengan sehelai rambut yang dibelah seratus ribu ( Klabunde and Ryan, 2009 ) tutupnya.

Dalam wawancaranya Poedji Loekitowati Hariani menjelaskan,” Dengan selesainya guru besar ini, saya sudah mencapai pada tingkatan pangkat tertinggi tetapi itu artinya belum selesai, saya masih punya tanggung jawab untuk mengembangkan penelitian, pendidikan untuk menjadi lebih baik lagi,” jelasnya

“Jadi kalau material kurang dari 100 nanometer kalau materialnya ukuran kecil sifatnya akan berbeda dengan ketika dalam keadaan biasa sehingga itu bisa digunakan untuk mengelola limbah cair baik limbah organik maupun anorganik tidak perlu penyaringan tapi karena ini material, ini bersifat nanomagnetik dalam sekejap kita bisa pisahkan setelah dia menyerap limbah dipisahkan dari larutan menggunakan mahnent permanent”bebernya

“Saya akan terus melakukan riset terutama yang lingkungan untuk mengembangkan beberapa teknologi karena di nanomagnetik masih banyak yang belum tergali, Jadi itu yang saya akan kembangkan  untuk mengelolah limbah yang ada disekitar wilayah Sumatera Selatan misalnya, Banyak industri seperti, industri songket, jumputan nah itu akan kita potensikan,” tambahnya

“Saya berharap kedepannya tetap akan konsisten terhadap permasalahan Lingkungan bagaimana upaya mengelola limbah demgan teknologi tinggi yaitu nanomagnetik itu akan tetap linden,” pungkasnya (Akip).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini