Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Close

Search

Kriminal

Sudirman D Hurry: 68 % Napi Terjerat Kasus Narkoba

By redaksi
07/23/2019 1 Min Read
0

Nusantara Satu-Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Sumsel, Sudirman D Hurry, mengatakan penghuni Lembaga Pemasarakatan (Lapas) di Sumsel saat ini berjumlah 14.791 orang Narapidana (Napi).  Dari jumlah tersebut,  68 persennya Napi yang terjerat kasus Narkoba.

“Seketat apapun penjagaan untuk napi narkoba, mereka juga lebih pintar dari penjaga, agar bisa kabur.  Pasalnya kasus Narkoba itu,  ada yang hukumannya 20 tahun, bahkan ada yang hukuman mati. Dari 4 orang yang kabur beberapa waktu lalu,  ada 2 Napi yang sudah ditangkap,  dan 2 orang lagi masih dalam pencarian,”ungkapnya, Selasa (23/7).

Sudirman menuturkan,  yang terjerat kasus narkoba di Sumsel ini sangat tinggi dengan nomor urut kelima di Indonesia.  Urutannya adalah Sumut, Jatim, Jabar, Jakarta dan Sumsel.

“Kita selalu melakukan pembinaan dari waktu ke waktu. Namun,  kita tidak bisa bekerja sendiri, ada peran serta Polisi. Kita selalu meningkatkan kepedulian,  menjaga integritas moral,  dan pembinaaan SDM serta pembinaaan berkesinambungan.  Tapi kasus dimasyarakat banyak,”katanya.

Ketika disinggung masih ada peredaran narkoba di Lapas,  Sudirman mengungkapkan,  itu bisa terjadi karena maraknya peredaran narkoba diluar Lapas.

“Kami himbau polisi untuk membersihkan narkoba diluar,  agar tidak bisa masuk ke dalam Lapas,” paparnya. Kita rutin melakukan pembersihan di Lapas. Tapi hati ini dibersihkan, besok ada lagi.  Seketat apapun yang kita lakukan, ada celahnya. Ancaman narkoba ini luar biasa,”ujarnya. (Akip)

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Herman Deru: Anak-anak Harus Dibina Lebih Baik Dimasa Pertumbuhannya

Next

ACT Sumsel Luncurkan Program Qurban di Atas LRT

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme