Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Close

Search

Pendidikan

Kurikulum yang Membuat Konten Kekerasan Dihapuskan

By redaksi
07/17/2019 1 Min Read
0

Nusantara Satu-Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo, mengatakan,  setelah pertemuan dengan pihak sekolah SMA Taruna Indonesia,  pihaknya mendapatkan gambaran lebih utuh terkait kronologis masalah terkait kegiatan MPLS dan untuk mendalaminya.

“Kita memberikan kesempatan khususnya kurikulum yang memuat konten kekerasan agar dihapuskan,” ungkapnya, dalam rapat dengan pihak SMA Taruna Indonesia dan pihak terkait di Ruang Rapat Diknas Provinsi Sumsel,  Rabu (17/7).

Dia menuturkan, kalau dilihat dari persentasenya memang banyak latihan fisik.  Karena targetnya lulusannya masuk Secaba.

“Ini bagian penting apakah masih penting kegiatan fisik. Melatih fisik tidak boleh ada ada kekerasan,”katanya.

Kendati sudah bertemu pihak dokter, Widodo menjelaskan,  pihaknya belum bisa membuat keterangan lebih lanjut.

“Dari keterangan hasil keterangan dokter,  ada organ tubuh yang tidak berfungsi seperti ginjal,  jantung dan pankreas,”ungkapnya.

Lebih lanjut Widodo menegaskan,  pihaknya  akan melakukan evaluasi sekolah Taruna Indonesia.

“Jika program fisik,  itu bisa di restrukturisasi,  Itu yang paling ringan. Tapi kalau kekerasan fisiknya terstruktur,  maka di tutup saja. Itu sanksi terberat,”katanya.

Widodo menuturkan,  minggu ini pihaknya akan menerbitkan SK terkait masalah di SMA Taruna Indonesia.

“Kita sudah ada timnya.  Satu minggu akan ada keputusannya,”ujarnya.

Untuk diketahui, Delwyn Berli Juliandro (14) meninggal di RS Myria, Palembang. Korban disebut sempat kejang-kejang dan pingsan saat mengikuti rangkaian kegiatan MPLS, Jumat (12/7/2019) malam.

Melihat kondisi korban kejang, panitia pun langsung membawa korban ke RS Myria. Korban dilaporkan meninggal pada Sabtu (13/7/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

Ibu kandung korban, Berce (41) yang tak terima langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang. Dalam laporan itu, Berce melihat banyak luka lebam di tubuh korban.  (Akip)

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Polsri Buka Beberapa Kelas Kerjasama

Next

13 Timbangan akan Diberikan kepada Pos Yandu

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme