Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Close

Search

Sumsel

Kadis Kearsipan Kecewa karena Tidak Dianggap Penting

By redaksi
07/16/2019 1 Min Read
0

Nusantara Satu-Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Dra.Hj. Septiana Zuraida, SH.,M.Si, merasa kecewa kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, karean tidak satupun merespon tentang Arsip.

“Selama saya menjabat,  kepala-kepala OPD itu, sudah tanda tangan 3 Gubernur. Tapi tidak satupun kepala UTPD ini merespon tentang arsip ini. Jadi, apa yang harus kami isi  dan apa yang harus kita ringkas,” katanya, saat diwawancarai di hotel Exlecton di kegiatan pembukaan rapat koordinasi monitoring tindak lanjut hasil pengawasan kearsipan tahun 2019, Selasa (16/7).

Dia mengakui, ada beberapa hal saat dianalisa, yang menyebabkan hal tersebut diantaranya pertama kuranganya sosialisasi Dinas Kearsipan, kedua ketidakpedulian kepala OPD, ketiga ketidakmengertian kepala OPD, dan keempat kepala OPD menganggap ini tidak penting.

“Untuk sosialisasi, jangan salahkan kepala dinas dan jajarannya. Karena bagaimana mau sosialisasi kalau kita tidak ada dana. Selain itu, kepala OPD tidak mengangap ini tidak penting padahal adalah prodak hukum. Namun saat  ada permasalahan yang dilihat ilustrasi dan dokumen administrasi baru lari ke pembuktian,”ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, di Provinsi Sumsel, banyak dipenelitian aset, bahwa kendaraan roda empat yang tidak ada. Tapi apakah ada yang menyandang jabatan Kepala Bidang Aset  yang mencari dan menyusuri ke arsip.

“Itu tidak ada sama sekali tidak ada, karena mereka sudah tahu bahwa mereka tidak memberikan itu. Contoh lainnya,  rumah dinas harus jelas statusnya beli sama siapa, bagaiamana prosedurnya, apakah ini nama nenek moyang atau punya pemprov. Inventaris ini yang harus ditempel, bahwa ini milik rumah dinas. Itu tidak akan hilang, jadi saat mau menarik aset tersebut tidak jadi masalah karena itu memang punya negara,”ujarnya.  (Akip)

 

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Korwil Kecamatan Gandus Mendapatkan 76 Akseptor

Next

Mahasiswa Unsri Kampanye Edukasi Kesehatan Gigi

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme