Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kriminal

BNNP Sumsel Peringati HANI

By redaksi
06/26/2019 2 Min Read
0

Nusantara Satu-Kepala BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Sumsel, Jhon Turman Panjaitan, menyatakan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) diperingati setiap 26 Juni. Seluruh dunia merasa prihatin dengan maraknya Narkotika secara internasional dan terus meningkat.

“Di Sumsel kita peringati HANI hari ini. Kita banyak mengundang kaum milenial, karena mereka generasi emas 2035 dan mereka calon generasi penerus pemimpin bangsa,”ungkapnya, saat diwawancarai dalam acara peringatan HANI di Asrama Haji, Rabu (26/6).

Melalui peringatan HANI, pihaknya ingin menanamkan daya tahan, daya tangkal pengaruh buruk narkotika. Manakala usia remaja, ada yang membisikan narkoba, dia sudah kebal tidak terpengaruh Narkoba .

“Data peredaran yang kita diungkap tahun ini, belum begitu signifikan. Tapi kita yakin yang kita tangkap ini bagian sedikit yang lolos. Yang lolos cukup banyak.Kita mengajak seluruh komponen masyarakat bersinergi, melaksnaakan sosialisasi pemberantasan narkoba,”katanya.

Di Sumsel hampir 100 ribu terdeteksi menggunakan narkoba. Kami butuh lembaga rehabilitasi, di Lampung ada di Kalianda. Saya sudah sampaikan ke Gubernur agar membuat anggaran tambahan untuk membangun lembaga rehabilitasi. Lokasinya sudah ada yang menawarkan di Pagar Alam dan Ogan Ilir.

“Kita sangat butuh lembaga rehab. Pasalnya, kalau sudah dibangun, masyarakat sadar bahwa anaknya, suaminya atau keluarga lainnya yang terkena narkoba bisa direhab. Sekarang masih banyak yang malu malu, itu aib dan dianggap tabu,”ungkapnya.

Menurutnya, jika lembaga rehabilitasi ini selesai dibangun, maka 100 ribu pemakai narkoba ini bisa diobati. Sehingga putuslah demain dan suplai. Sekarang permintaan diam diam dan penjualan diam diam.
“Untuk zona merah peredaran narkoba yakni di Palembang Teratai Putih di tempat lokalisasi. Kemudian di OKI desa gajah duduk, sungai meneng, Kecamatan mesuji itu sangat rentan. Setelah itu, di Pali desa Air Itam dan beberapa tempat lainnya,”ujarnya. (Akip)

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Kapolri Pimpin Sertijab Kapolda Sumsel

Next

Pemerintah Mengajak Pemuda untuk Menyamakan Persepsi

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme