Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Politik

PENA 98 Sumsel Menolak Kebangkitan Keluarga Cendana

By redaksi
03/14/2019 1 Min Read
0

Nusantara Satu-Persatuan Nasional Aktivis (PENA) 98, menentukan sikap dan pandangan politik. Pemimpin Indonesai harus bersih dari HAM dan dosa-dosa masa lalu, Kamis (14/3).

Juru bicara PENA Sumatera Selatan (Sumsel) Muhamad Iqbal,  menyikapi perkembangan situasi politik terkini dimana masyarakat dihadapkan pemilu presiden dan pemilu legeslatif yang akan menentukan arah bangsa 5 tahun kedepan. Bahwasanya pemimpin Indonesia harus bersih dari HAM  dan dosa dosa masa lalu . Pihaknya tidak ingin anak anak kami harus mengalami peristiwa berdarah ,intimidasi ,teror dan pelangaran hak asasi manusia lainya yang terjadi pada masa lalu.

“Kami juga menolak capres tuan tanah, yang mengkooptasi lahan negara dan menguasai untuk kepentingan pribadi tidak layak menjadi Capres. Kami yakin ketika seorang tuan tanah dibiarkan menjadi pemimpin di Indonesia , maka ketamakan dan kehausanya akan harta dan kekuasan akan semakin merajalela,” katanya.

Iqbal menuturkan, mereka menolak kebangkitan keluarga cendana, karena masa lalu menampilkan orang-orang yang erat dengan cendana, menantu ,hingga matan jongos cendana yang ingin mengembalikan kejayaan keluarga cendana denggan  mengusung jargon jargon orde baru.

“Untuk itu kami PENA 98 Sumsel  untuk tetap mendukung calon presiden dan wakil presiden 2019 yang bukan bagian dari masa lalu. Bukan pelanggar HAM dan tidak bagian dari keluarga cendana . Calon yang kami usung adalah pasangan no urut 01 Joko Widodo -Ma’ruf Amin,” ujarnya. (M. Akip)

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Sumsel: Masyarakat Ingin Tahu Apa Peran Ombudsman

Next

Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Sakit Hewan Pertama di Sumatera

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme