Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Close

Search

Nasional

BPS RI Bakal Telusuri Perbedaan Data Impor Jagung BPS

By redaksi
02/19/2019 1 Min Read
0

Nusantara Satu-Kepala BPS, Suhariyanto, akan menelusuri perbedaan data  impor jagung yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada saat debat Calon Presiden Minggu 16 Februari 2019 lalu dengan data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (19/2).

Pasalnya,  Calon Presiden 01,  Joko Widodo menyebutkan data impor jagung sebanyak 180.000 ton berasal dari data yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, sementara data yang dimiliki BPS impor jagung 737.220 ton.

Suhariyanto mengatakan,  data ekspor-impor secara rutin kami rilis tanggal 15 setiap bulannya. Data neraca perdagangan kami himpun dari berbagai sumber seperti Bea Cukai, BI dan Kementerian Keuangan sesuai MoU yang kami jalin dengan ketiga instansi tersebut.

“Data yang dimiliki oleh instansinya mencakup seluruh jenis impor jagung, baik untuk pangan maupun untuk pakan ternak. Kemungkinan data impor 180.000 ton jagung yang disampaikan Joko Widodo untuk pakan ternak saja,” katanya, saat menghadiri Rapim BPS Tingkat  Provinsi Se-Indonesia di Palembang.

Lebih lanjut,  Suhariyanto menolak memberikan komentar mengenai perbedaan data impor jagung tersebut dan lebih dahulu kroscek dengan Kementerian terkait.

“Pastinya saya tidak tahu. Kami akan konfirmasi dengan Kementerian Pertanian. Seharusnya data milik Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan dengan data kami sama. Nanti ya,  saya harus telusuri dulu yang dimaksud 180.000 ton itu maksudnya apa dan sumbernya dari mana. Bisa saja kita mengatakan hal yang sama tapi konsep dan definisinya berbeda,” ujarnya.  (Yanti)

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Babinsa Bantu Anak Sekolah Menyeberang Banjir

Next

Gubernur Sumsel dan BPS Tandatangani MoU

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme