Pemprov Sumsel dan Pemerintah Pusat Tingkatkan Kekuatan Satgas Darat
Nusantara Satu-Pemprov Sumsel bersama Pemerintah Pusat sepakat memperketat penanganan Karhutla dan bencana asap melalui penguatan Satgas Darat sebagai ujung tombak pemadaman di lapangan.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Griya Agung Palembang, Senin (31/8). Selain memperkuat personel darat, pemerintah menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP), dukungan logistik, dan peralatan darurat ke 5 daerah rawan: Palembang, Ogan Ilir, PALI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru menekankan penanganan dari hulu ke hilir karena pemicu utama Karhutla adalah aktivitas manusia. Pemprov Sumsel juga bergerak cepat mengatasi dampak asap dengan menggratiskan layanan medis ISPA 24 jam di Puskesmas serta menyesuaikan jam belajar sekolah.
Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto mengonfirmasi penanganan di darat menjadi prioritas utama ketimbang hanya mengandalkan udara. Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menegaskan penegakan hukum terus berjalan tanpa pandang bulu, di mana sanksi tegas telah dijatuhkan kepada 6 perusahaan yang melanggar.