Nusantara Satu-Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1343, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang menggelar kegiatan BERIAS (Bercerita Dengan Suara Keras) di Rumah Aspirasi Tasik, Kamis.
Kegiatan yang melibatkan siswa SD Negeri 23 dan SD Negeri 167 Palembang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sejak usia dini sekaligus mengajak anak-anak lebih mencintai buku di tengah derasnya arus digital.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang, Ida Royani mengatakan, Rumah Aspirasi Tasik bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi ruang lahirnya gagasan dan harapan masyarakat yang dapat diwujudkan melalui berbagai program positif, salah satunya peningkatan literasi.
Menurutnya, BERIAS memiliki makna yang mendalam. Jika selama ini istilah “berias” identik dengan mempercantik penampilan, maka melalui kegiatan ini yang dipercantik adalah akal budi, imajinasi, dan masa depan anak-anak melalui kekuatan cerita.
“Ketika sebuah buku dibacakan dengan suara lantang dan penuh penghayatan, di situlah keajaiban literasi dimulai. Anak-anak dapat menjelajahi dunia, mengenal nilai-nilai kehidupan, dan mengembangkan imajinasi mereka tanpa batas,” ujarnya.
Ia menegaskan, di era digital saat ini tantangan terbesar dunia literasi bukan lagi minimnya akses terhadap buku, melainkan tingginya paparan gawai dan media sosial yang membuat anak-anak semakin jauh dari kebiasaan membaca.
Karena itu, peran Dharma Wanita Persatuan serta Bunda Literasi menjadi sangat penting sebagai benteng pertama dalam menanamkan budaya membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Bunda Literasi adalah obor penggerak budaya membaca, sementara ibu-ibu Dharma Wanita menjadi jangkar dalam keluarga agar gawai tidak menggantikan kehangatan seorang ibu saat membacakan dongeng kepada anak-anaknya,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan BERIAS sebagai gerakan bersama yang tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial semata.
“Luangkan waktu 15 menit setiap hari untuk membacakan cerita kepada anak-anak. Waktu singkat itu akan menjadi fondasi emas yang membentuk karakter mereka di masa depan,” ungkapnya.
Kepada para siswa yang hadir, ia berpesan agar terus menumbuhkan semangat belajar dan mengurangi waktu bermain game di telepon genggam.
“Kelak, dari bangku sekolah ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan, bahkan Wali Kota Palembang, Gubernur Sumatera Selatan, hingga pemimpin bangsa,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua DWP Kota Palembang juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, Bunda Literasi Kecamatan Bukit Kecil, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan BERIAS.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang, Heru, mengungkapkan bahwa kegiatan membaca nyaring atau read aloud memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan literasi dan membangun karakter anak sejak dini.
Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang gemar membaca dan memiliki daya saing di masa depan.
“Budaya literasi harus ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Melalui kegiatan seperti BERIAS, anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga belajar memahami, berimajinasi, dan menanamkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam setiap cerita,” katanya.
Ia berharap gerakan literasi tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Kami ingin anak-anak Palembang tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kecintaan terhadap buku. Literasi adalah investasi penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandasnya.











