PRABUMULIH — Ramainya event “Kuliner Viral Jakarta” yang digelar di kawasan parkir Citimall Prabumulih memunculkan sejumlah sorotan dari masyarakat. Selain harga makanan dan minuman yang dinilai relatif mahal, kegiatan tersebut juga disebut belum melakukan koordinasi maupun pengajuan izin ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih.
Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, Djoko Listyano, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan ataupun pengajuan izin terkait pelaksanaan event tersebut.
“Sejauh ini belum ada koordinasi ataupun izin yang masuk ke Dinkes terkait event kuliner viral itu,” ujar Djoko saat dikonfirmasi.
Menurut Djoko, Dinkes juga menerima berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait higienitas makanan dan minuman yang dijual dalam event tersebut. Selain itu, warga turut mempertanyakan kejelasan kehalalan produk yang dipasarkan.
“Banyak pertanyaan dari masyarakat terkait higienitas makanan dan minuman, termasuk soal kehalalan produk yang dijual,” katanya.
Untuk memastikan standar kesehatan pangan terpenuhi, Dinkes Prabumulih berencana melakukan inspeksi langsung ke lokasi acara pada Senin, 25 Mei 2026.
“Kami akan turun langsung melakukan pengecekan guna memastikan standar kesehatan pangan dipenuhi,” tegasnya.
Djoko juga mengimbau seluruh tenant dan pelaku usaha kuliner yang berpartisipasi agar tetap memperhatikan kebersihan, higienitas makanan, serta keamanan pangan demi melindungi konsumen.
“Kami mengingatkan agar seluruh makanan dan minuman yang dijual benar-benar memperhatikan kesehatan konsumen. Kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi prioritas,” tandasnya.
Event “Kuliner Viral Jakarta” sendiri berlangsung sejak 22 Mei hingga 1 Juni 2026 di area parkir Citimall Prabumulih dengan menghadirkan berbagai tenant makanan kekinian dari luar daerah.
Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan harga makanan dan minuman yang dinilai cukup tinggi. Beberapa produk dijual mulai dari Rp30 ribu hingga di atas Rp50 ribu per porsi.
“Kalau untuk ukuran warga Prabumulih, tentu lumayan mahal. Apalagi jajanan seperti itu lebih cocok untuk kota besar,” ujar salah seorang pengunjung, Yitno.
Meski demikian, event tersebut tetap ramai dikunjungi masyarakat. Sejumlah warga berharap kegiatan serupa ke depan dapat memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal serta menghadirkan pilihan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat Prabumulih.











