Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Close

Search

Palembang

Perjalanan Panjang NU Menghadapi Dinamika Zaman untuk Kemaslahatan Umat

By redaksi
01/30/2026 2 Min Read
0

Oleh: Mgs. Amin Fauzi SH Bin H. Mgs. Nawawi Baihaqi Bin Alm. K.H.Baihaqi Bin Alm. K.H.Mgs ABD Gani. (Cucu Pendiri NU Palembang)

Nusantara Satu-Satu abad sudah berlalu. Kini, Nahdlatul Ulama atau NU telah berusia 100 tahun. Itu bukan hanya usia tetapi melainkan sebuah kematangan dan perjalanan sejarah yang sangat panjang dari salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam menghadapi dinamika berbagai zaman.

NU yang didirikan pada 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H) di Surabaya oleh para ulama yang dipimpin oleh KH. Hasyim Asy’ari adalah suatu perjuangan dalam merespon gerakan modernisme pemikiran Islam yang berlawanan dengan tradisi keagamaan dalam pesantren. Selain itu NU lahir sebagai perlawanan terhadap penjajahan kolonial yang menerapkan paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai tradisi dan keagamaan di Indonesia.

Dimotori oleh para kiai pesantren seperti, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Chasbullah, Syekh Kholil Bangkalan dan KH. Bisri Syansuri, KH. As’ad Syamsul Arifin, KH. Ridwan Abdullah serta KH. Mas Alwi Abdul Aziz, NU menggelorakan isu pendidikan agama dan menentang kebijakan Belanda yang merugikan rakyat.

Kelahiran NU tersebut merupakan Kebangkitan kaum ulama atau kebangkitan para Cendekiawan Islam untuk menegakkan Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) serta membela, melindungi dan memperjuangkan kepentingan umat Islam di Indonesia dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi untuk kemaslahatan umat.

Kini, dimasa 100 tahun NU jasa-jasa besar para pendirinya telah terpatri dalam sanubari   anak Cucu, para pengurus NU di seluruh Indonesia dan tentunya para santri di pondok pesantren. Sebagai organisasi yang matang dan berpengalaman, tentunya hari lahir  1 Abad NU ini adalah Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia Untuk Kemaslahatan Umat.

“Selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama. Saya Bangga Sebagai Anak Cucu Pendiri Nahdlatul Ulama di Kota Palembang,”ujarnya.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Skenario Peringatann HPN Diujung Keterbatasan Anggaran Publikasi Media OKI

Next

Gubernur Optimis Sumsel Siap Jadi Pusat Healthy Tourism

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme