Nusantara Satu-Penderitaan Akbar, balita berusia dua tahun sungguh memprihatinkan. Pasanya, sudah dua tahun Akbar kesulitan untuk buang air kecil dikarenakan adanya kelainan pada alat kelaminnya.
Lahir dari keluarga yang kurang mampu, menyebabkan kedua orang tuanya kesulitan untuk membiaya pengobatan Akbar melalui jakan operasi. Terlebih juga tidak adanya fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimiliki Akbar dan keluarganya membuat kedua orang tua tidak bisa berbuat apa apa.
Kondisi Akbar ini pun menggugah hati Wakil Wali kota Palembang, Fitrianti Agustinda untuk membantu biaya pengobatan Akbar yang harus dioperasi lagi agar dapat buang air kecil dengan lancar.
“Kita mendapatkan informasi terkait kondisi nanda Akbar yang memang memiliki kelainan pada alat kelamin yang membuatnya kesulitan untuk buang air kecil sejak lahir,” ungkap Fitri.
Pernah dioperasi satu kali, terang Fitri, kondisi Akbar yang tinggal bersama orang tuanya di Jalan Mayor Zen Lorong Mufakat RT 002 RW 002 Kelurahan Sungai Selincah Kecamatan Kalidoni ini belum dikatakan sembuh sepenuhnya. Pengobatan dengan Operasi tahap kedua baru bisa dilakukan di usia Akbar yang ke empat tahun nanti.
“Karena itu, kita akan membantu nanda Akbar dan keluarganya ini untuk mendapatkan KIS agar bisa melanjutkan pengobatannya. Karena tanpa KIS biaya pengobatan Akbar ini lumayan cukup besar,” tutur Fitri.
Selain itu Fitri juga mengimbau RT dan kelurahan untuk mendata warganya yang tidak mampu dan terkendala dengan masalah kesehatan. Agar bisa dibantu dengan membuatkan KIS sehingga meringankan beban warga tersebut untuk mengatasi masalah kesehatannya.
“Kita imbau kepada pihak RT, kelurahan dan camat untuk mendata warga warga nya yang kurang mampu dan tidak punya KIS, kita akan buatkan KIS nya dan mereka bisa segera menggunakan kartu KIS itu,” tambahnya.
Sementara itu, Ibu dari Akbar yang menderita kelainan pada saluran kencingnya sangat berterima kasih dengan bantuan dari Pemkot Palembang. Menurutnya Akbar pernah di operasi satu kali, dan harus dilakukan operasi yang kedua di usia Akbar yang ke 4 tahun nanti.
“Tapi kami bingung untuk menyiapkan biayanya karena suami saya hanya buruh bangunan, tempat tinggal kami saja masih menumpang,” ujarnya.
Dengan adanya bamtuan dari Pemkot Palembang untuk membuatkan kartu KIS untuk ia dan keluarganya, sangat membantu meringankan biaya pengobatan Akbar kedepannya.
“Terimakasih ibuk wakil wali kota yang sudah peduli dengan warga yang tidak mampu seperti kami, bantuan ini sangat berharga untuk kami,” tukas Ika yang juga mendapatkan bantuan sembako dan sedikit uang dari Fitrianti Agustinda.











