Beranda Sumsel Pemprov Sumsel Masih Harus Berbenah Sebelum Menerapkan New Normal

Pemprov Sumsel Masih Harus Berbenah Sebelum Menerapkan New Normal

449
0

Nusantara Satu-Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan masih harus terus berbenah, sebelum menerapkan Normal Baru (New Normal) di wilayah Sumsel. Pasalnya, effective reproduction number (Rt) atau tingkat penularan masih di atas angka 1.

Hal ini diketahui dalam konferensi pers tim epidemiologi mengenai kondisi Sumsel di tengah pandemi Covid-19 menggunakan aplikasi Zoom di Command Center Pemprov Sumsel, Selasa (9/6).

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi (PAEI) Cabang Sumsel, dr. Hibsah Ridwan, mengatakan, untuk menerapkan New Normal atau Normal Baru itu memiliki persyaratan. Di antaranya tingkat penularan (Rt) di bawah 1 dan bertahan selama dua minggu. Selain itu, kontak diketahui 85 persen sehingga dapat diinvestigasi.

Melihat dari kondisi Sumsel saat ini, ia mengaku belum dapat untuk menerapkan Normal Baru. Namun, tentunya semua itu perlu persiapan. Karena itu, pihaknya memberikan empat rekomendasi kepada Pemprov Sumsel sebagai persiapan menuju Normal Baru.

“Rekomendasi ini dapat diberlakukan di seluruh daerah di Sumsel. Hanya saja harus disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing,” katanya.

Keempat rekomendasi tersebut, yakni pengetatan protokol kesehatan, penelusuran kontak harus terus dilakukan. Sehingga penanganan dan penyembuhan dapat cepat dilakukan. Peningkatan pengetahuan masyarakat karena saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengerti bahaya dari Covid-19. Dan terakhir, pelibatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan data yang diambil dari tiga sumber di antaranya survei. Pihaknya mendapati hasil yang bagus untuk kondisi di Sumsel. Seperti angka penularan sebelum dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang dan Prabumulih dan setelah dilakukan PSBB, yang mengalami penurunan hingga 6,16 persen.

Kemudian, angka kesembuhan mengalami peningkatan. Sedangkan angka kematian yang menurun. Hanya saja saat ini yang membuat khawatir, kontak penularan semakin tinggi. Terutama di pasar tradisional.

Menurutnya, Pasar Tradisional ini lebih rentan dibandingkan mall. Karena, protokol kesehatan di mall sudah lebih baik.

“Karena ini mobilitas sehari-hari. Kami imbau masyarakat lebih waspada dan menerapkan protokol kesehatan saat ke pasar tradisional,” tukasnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel, Akhmad Najib mengatakan, nantinya rekomendasi yang telah diberikan ini akan menjadi arahan kebijakan ke depannya bagi Pemprov Sumsel.

Ia mengakui saat ini tingkat kematian Covid-19 mengalami penurunan, sedangkan untuk kasus sembuh mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan peran laboratorium yang sudah berjalan maksimal.

“Ini merupakan revitalisasi menuju Normal Baru. Jadi proses dalam pengambilan keputusan harus melibatkan masyarakat berbasis fakta dan lapangan,”ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini