Nusantara Satu-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menggelar rapat evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Palembang tahap pertama, jumat (5/6).
Walikota Palembang, H Harnojoyo merincikan, selama PSBB tahap pertama pelanggaran paling banyak didominasi dari hasil checkpoint derah perbatasan.
“Beberapa Check Poin di dalam kota, kemarin pelanggarannya memang kecil, bahkan sangat kecil. Hampir 99,7 persen masyarakat sudah patuh. Yang masih banyak ini yang di perbatasan, sehingga nanti di perbatasan akan kita optimalkan dan tidak kita kurangi,” ungkapnya.
PSBB tahap II ini, kata Harnojoyo pihaknya lebih menekankan kepada protokol Kesehatan.
“Pada perinsipnya untuk teman-teman semua, bahwa protokol kesehatanlah yang kita utamakan,” tegasnya.
Diakuinya, PSBB tahap pertama memang sifatnya memberikan pemahaman atau edukasi kepada masyarakat terkait dengan protokol Kesehatan. Nah tahap II ini, tegasnya, sebanyak 1750 personel telah dipersiapkan untuk pusat-pusat keramaian.
“Saat ini, PSBB tahap ke dua ini justru 1750 personel nanti akan mendatangi pusat-pusat keramaian terkait sosialisasi ini supaya masyarakat memahami dan lebih patuh terkait dengan protokol kesehatan,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru menjelaskan, melalui rapat PSBB tahap kedua yang diadakan tersebut telah terungkap melalui hasil Survey, bahwa salah satu keberhasilan PSBB tahap pertama kota Palembang yaitu menurunnya tingkat kontak terkonfirmasi positif.
“Dari 14 sebelum PSBB menjadi 6. Artinya, penyebaran ini ada penurunan bahkan sudah sangat minim dan ini Survei nya dari Fakultas Kedokteran, makanya saya mengapresiasi sekali kinerja gugus tugas kota Palembang, Pak Wali, Forkopimda dan seluruh jajaran,” ucap Deru.