Beranda Palembang Wawako: Masyarakat Jangan Khawatir, Pemerintah Tetap Tunggu Data Baru

Wawako: Masyarakat Jangan Khawatir, Pemerintah Tetap Tunggu Data Baru

484
0

Nusantara Satu-Berdasarkan data kemiskinan yang didapat dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang berjumlah 49.669. Hanya saja, dari data tersebut ungkap Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, tidak menggambarkan secara keseluruhan jumlah penduduk miskin yang ada di Kota Palembang saat ini.

“Dari hasil pantauan kami di lapangan dan data yang disampaikan Kelurahan serta Kecamatan, belum banyak yang masuk ke Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang,” ungkapnya disela-sela kegiatan pemberian bantuan di Lr. Mulia RT 38 RW 004 Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning Palembang hari ini, Rabu (6/5).

Fitri mengatakan, ada sekitar 63 ribu data yang baru masuk RT, Kelurahan maupun Camat, yang mana jumlah tersebut masuk dalam kategori yang membutuhkan bantuan.

“Ada data-data baru, yang masuk kategori membutuhkan bantuan. Dari hasil koordinasi, kita akan segera mencarikan jalan keluarnya, supaya nanti kedepannya agar tidak hanya yang 49.669 yangmendapatlan bantuan, tetapi data baru sebanhak 63 ribu juga mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Ditengah bencana yang saat ini terjadi, tentu cukup banyak dampak yang diberikan terhadap ekonomi masyarakat. Dimana, jika tadinya bukan warga yang membutuhkan bantuan saat bencana seperti ini bisa masuk warga yang membutuhkan bantuan.

“Pemkot Palembang tetap membuka pintu silakan warga menyampaikan informasi terkait masalah kemiskinan saat ini. Dengan begitu Dinsos akan segera melakukan evaluasi,” ulasnya.

Fitri berharap, masyarakat tetap tenang ditengah pandemi Coronavirus Disiase 2019 (Covid-19) yang saat ini juga menimpa Kota Palembang.

“Masyarakat jangan pernah khawatir. Kami akan tetap tunggu data-data yang diberikan masyarakat untuk dilakukan verifikasi. Saya juga berharap pihak kelurahan dan kecamatan dapat membantu pendataan seperti warga miskin baru,” katanya.

Kedepan Fitri juga meminta agar persoalan masyarakat seperti yang menimpa ibu Poni dan warga-warga miskin lain dapat segera diatasi.

“Jangan sampai ada lagi yang berbuka puasa hanya dengan air putih dan warga yang kelaparan,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini