Beranda Palembang Wakil Walikota Palembang Sidak ke Pasar

Wakil Walikota Palembang Sidak ke Pasar

573
0

Nusantara Satu-Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama Balai Besar POM Palembang melakukan sidak di Pasar Kebon Semai Palembang. Hasilnya, dari 22 sampel makanan yang diambil ada yang positif mengandung formalin yaitu kwitiau dan mie basah. Sidak berbarengan dengan kegiatan Sosialisasi Belanja Online kepada Pedagang dan Pembeli di Pasar Sekip Kebon Semai Palembang.

Pelaksana tugas (Plt) Balai Besar POM Palembang Arofah Nurfahmi mengatakan mie basah dan kwitiau menjadi langganan tetap setiap di bulan suci Ramadhan menjadi temuan pihaknya yang dijual produsen di pasar pasar tradisional mengandung formalin.

“Dari 22 sample makanan yang kita ambil di pasar tradisional Kebon Semai Sekip Pangkal, ada satu fositif mengandung formalin, yakni Kwitiau dan mie basah. Meski di tengah pandemi ini, kita akan tetap seperti biasa melakukan pemantauan penjualan bahan-bahan makanan,” katanya, Kamis (30/4).

Terlebih bahan makanan yang tidak memiliki izin edar, makanan yang sudah rusak, katanya paling banyak ditemukan saat menjelang hari raya nanti, lantaran tingginya animo masyarakat untuk berbelanja, dimanfaatkan produsen nakal mengeluarkan produk mereka di tengah tingginya kebutuhan masyarakat. Sedangkan untuk makanan buka puasa kita tidak turun lagi pasar, melainkan kita melakukan pembelian secara online, makanan yang dibeli secara online kita uji di laboratorium kita,” tegasnya.

Diakuinya, memang tidak seperti bulan Ramadhan di tahun tahun sebelumnya, pasar beduk atau dadakan sangat mudah dijumpai, di tengah wabah Virus Corona ini, meski tidak seramai pasar beduk tahun tahun sebelumnya, namun pihaknya masih menjumpai adanya pasar pasar tersebut.

“Kita tetap kerja sama dengan (KIE) Komunikasi Informasi Eduaksi dari KIE ini mobil keliling kita akan mendatangi dan melakukan uji makanan di tempat,” tegasnya.

Pedagang yang kedapatan menjual makanan mengandung formalin ini, katanya, saat ini pihaknya hanya baru melakukan teguran dan pembinaan.

“Yang kita incar itu pabrik pembuatannya, kalau pedagang kecilnya hanya kita berikan teguran,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini