Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

Nusantara Satu

Berita Untuk Nusantara

  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • HOME
  • Nasional
    • Tanggerang
    • Jakarta
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Prabumulih
    • Ogan Komering Ilir
    • Ogan Komering Ulu Selatan
    • PALI
  • Kriminal
  • Palembang
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Politik

Sudut Pandang Partisipasi Perempuan Dalam Berpolitik

By redaksi
03/14/2019 2 Min Read
0

Nusantara Satu-Organisasi Perempuan Api Kartini mengadakan Diskusi Publik ‘meningkatkan peran politik perempuan dalam Pemilu Serentak 2019’. Acara ini di gelar di Cafe Lord, Jalan Pom, Rabu (14/3).

Acara yang menghadirkan dua narasumber perempuan tangguh dan potensial, Dewi Ratih Anggraini, S.IP (Akademisi) dan Galuh Sito Remi, S. Pd (Tokoh perempuan). Didalam diskusi ini memaparkan tentang sudut pandang partisipasi perempuan dalam berpolitik, membahas tantangan dan hambatannya mengenai hambatan sosio ekonomi, politis dan kelembagaan. Serta pribadi dan psikologis. Dengan lemahnya sistem dipemerintah mengenai masalah pelecehan terhadap kaum perempuan, rendahnya pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Menurut Galuh Sito Remi, sangatlah sederhana jika kita memiliki kemauan seperti menjadi tim relawan, menjadi tim sukses, semua kembali kekesadaran perempuan itu sendiri, bagaimana mendorong perempuan lebih masif dalam hal hal substansi. Walaupun saya baru berpolitik tetapi saya tidak minder, walau pun selama ini kaum perempuan selalu bersaing dengan kaum laki-laki, karena masih banyak orang yang meragukan kemampuan perempuan.

“Politik kotor itu adalah orang-orangnya. Pada dasarnya politik tidak ada yang kotor, yang penting kita tau permasalahan itu saja,” ungkapnya.

Pada kesempatan lain Ratih juga mengungkapkan sudut pandangannya, selalu ingin mensejahterakan rakyat, tanpa mengabaikan keluarga, anak dan suami. Pandangan saya politik itu sama saja dengan organisasi.

“Namun politik lebih komplit sedangkan organisasi hanya untuk kepentingan organisasinya saja.  Jika saya diberi kesempatan duduk diparlemen, Daya akan lebih terjun kemasyarakat lebih dekat lagi, perjuangkan dengan dana aspirasi yang ada,” katanya.

Dia menuturkan, bandingkan cara berpikir yang lebih baik lagi semua akan memperbaiki apa yang belum di perbaiki.

“Saya akan memperbaiki apa yang belum diperbaiki oleh legislatif yang sudah-sudah. Saya punya ilmu dengan ilmu tersebut saya akan berikan kepada masyarakat,” ujarnya. (Marzuki)

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Sakit Hewan Pertama di Sumatera

Next

Musuh Bersama itu Bukan Perbedaan Tapi Narkoba

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Nusantara Satu. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme