Beranda Sumsel Perpustakaan yang Berkomitmen Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Perpustakaan yang Berkomitmen Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

512
0

Nusantara Satu-Kepala Bagian (Kabag) Perpustakaan Nasional, Adin Bondar, dalam bimbingan teknis perpustakaan Nasional Republik Indonesia, mengatakan, Perpustakaan harus melakukan transformasi layanan berbasis inklusis sosial.

“Transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,”katanya, di Hotel 101, Palembang, Senin 922/4).

Adin bondar, mengatakan, Transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah kegiatan baru pada 2019 jadi prioritas nasional.

“Transformasi ini membawa konsep baru, perpustakaan berdampak pada peningkatan SDM, bukan hanya ekonomi dan Juga membangun kreativitas. Masyarakat berpengatahuan, mendorong masyarakat yang inovatif. Melalui kegiatan membaca, mereka berpengetahuan, kreatif dan inovatif. Sebagai contoh, kehadiran perpustakaan berbasis inklusi sudah terbukti di Jawa,  Misalnya peternak lele, bisa mengembangkan usaha lelenya. Itu karena ada referensi dari buku tentang beternak lele yang menguntungkan.Perpustakaan menjadi jawaban, atau solusi. Semakin meningkatnya IPM maka pendapatannya meningkat,”ungkapnya.

Dia menuturkan, UU 43 tahun 2007 pasal 5 menyatakan layanan perpustakaan adalah hak masyarakat. Namun sayangnya, Pemda belum siap pendanaannya.

“Akhirnya pusat mengintervensi dengan memberikan DAK bagi daerah yang mengusulkan dukungan pemda, diberikan infrasetkrukturnya termasuk koleksi, dan gedungnya.Untuk sementara OKI, Banyuasin dan Mura. Dukungan dana oleh pemda yang kurang. Itu menyebabkan aksesnya masyarakat terhadap buku tidak ada. Kita berharap Pemda memberikan kebijakan anggaran yang berpihak terhadap literasi ini,”katanya.

Sementara itu, Asisten Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel, Edwar Juliartha, menambahkan, Perpustakaan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan nasional.

“Kalau dulu infrasetruktur, tapi sekarang perpustakaan tidak bisa dipisahkan. Misalnya, kalau bisa membaca bisa memecahkan peluang.Perpustakaan ini startegis, masyarakat bisa mencari yang benar dan yang salah. Dengan adanya perpustakaan refensinya jelas, kapan ditulis, kapan terbit.Orang makin cerdas dengan adanya perpustakaan,”ungkapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, dalam RPJMD yang baru ini perpustakaan untuk mengentaskan kemiskinan. Diharapkan masing masing daerah ada perpustakaan.

“Untuk menarik minat baca, butuh peningkatan koleksi bukunya. Selain itu, untuk Mobil perpustakaan keliling ada sketdule yang jelas. Sehingga benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan minat baca,”ujarnya. (M. Akip)

Artikulli paraprakPKC PMII Sumsel Mengapresiasi Kinerja KPU
Artikulli tjetërPT. Pegadaian Berikan Bantuan untuk Panti Jompo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini