Beranda Banyuasin Diduga Sarat Kepentingan, Aktivis Banyuasin Desak Rekrutmen Anggota PPK Dibatalkan

Diduga Sarat Kepentingan, Aktivis Banyuasin Desak Rekrutmen Anggota PPK Dibatalkan

88
0

Nusantara Satu-Proses perekrutan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan alias PPK di Kabupaten Banyuasin dinilai ada intervensi pihak yang punya kepentingan dalam pemungutan suara pada Pesta demokrasi 2024 mendatang.

Isu intervensi serta sarat kepentingan menyeruak di kalangan aktivis, dan direncanakan akan menggelar aksi unjuk rasa yang mendesak, agar seluruh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuasin di ganti.

“Kalau kami melihat, KPU Banyuasin ini ada pihak yang kita duga mengintervensi perekrutan PPK karena ada kepentingan,” ujar Darsan selaku Ketua Gabungan Pemuda Masyarakat Banyuasin Menggugat (GP-MBM), Selasa (20/12/2022).

Aktivis putra Asli Banyuasin tersebut, mengungkap hasil penelusuran menemukan indikasi Komisioner KPU Banyuasin mencatut nama baik Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

“Kami menemukan ada indikasi komisioner KPUD Banyuasin membawa nama pemerintah Kabupaten Banyuasin, terkesan disini nama baik pemerintah tergadaikan, mirisnya lagi diduga adanya sejumlah peserta yang melakukan lobby dan patut diduga adanya aliran dana dalam proses rekrutmen PPK tersebut.” bebernya.

Seruan aksi unjuk rasa ini juga telah menyebar di grup WhatsApp, dalam seruan aksi yang di galakkan SEMMI Sumsel di kantor KPU Sumsel pada Jum’at mendatang.

Sementara, Nasrul Tadjudin ketika dihubungi melalui pesan suara WhatsApp menyikapi permasalahan tersebut. Dirinya mengetahui informasi bahwa indikasinya seperti itu bahkan diduga adanya kolusi mungkin juga adanya suap menyuap.

‘Kalau ini benar terjadi, tentu saja sangat mengerikan dan sangat disayangkan, seharusnya KPU itu lembaga independent artinya tidak boleh ada intervensi, tidak boleh adanya nepotisme,” jelas pria yang akrab disapa Nacung tersebut.

Lanjutnya, seandainya ada intervensi dan pesan-pesanan disinyalir Pemilu yang akan datang tidak akan suceng dan pastinya akan bermasalah karena berdasarkan pesanan.

“Dan pesanan inikan tidak mungkin memesan begitu saja yang jelas pasti mereka ada embel-embel. Dan inilah akhirnya bakal bermasalah terus menerus baik di KPU maupun PPK khususnya di Bumi Sedulang Setudung yang sangat saya cintai ini,” jelasnya.

Nacung menyayangkan adanya penambahan suara dan berbagai permasalahan dalam perekrutan tersebut.

“Seperti ini sudah tidak jelas, saya sudah mendengar kabar itu, seharusnya KPU Banyuasin lebih fair (adil) dan kalau itu tidak fair mengapa harus dipertahankan,” ungkap Nacung.

Dirinya berharap, jika memang ada intervensi dan terjadinya ketidak fair an, maka perekrutan tersebut dibatalkan dan dilakukan perekrutan ulang yang demokratirisasi.

Lanjutnya, kalau memang benar adanya pesan memesan, tentu saja SDM nya diragukan, “kalau saya tidak yakin 100 persen, baik Pileg, Pilkada juga Pilpres. Inikan kepentingannya Pilkada dan Pileg, kalau Pilpres segala macamnya itu biasanya tidak begitu, nah ini yang harus kita perhatikan jangan sampai adanya curi mencuri suara disitu,” pungkasnya.

Ketika permasalahan ini dikonfirmasikan melalui pesan singkat WhatsApp kepada Ketua KPU Kabupaten Banyuasin, Nurul Mubarog, Selasa 20 Desember 2022 Pukul 14.49 Wib hingga pukul 20.24 Wib, belum ada respon.

Sementara Sekretaris KPU Banyuasin Sapran SSos MSi saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, mengucapkan “Trimakasi imfonya. Kalau perekrutan ppk untuk intervensi, kepentingan kami kurang tau. karna sekretariat mempasilitasi penyelenggaraan perekrutan ppk berjalan dan terlaksana sesuai dengan tahapannya,” jelas Sapran dalam pesan WhatsApp miliknya, Selasa (30/12/2022) sekira pukul 19.51 Wib.

Saat ditanya apakah proses perekrutmen anggota PPK dilaksanakan seusai prosedur dan aturan KPU dan seandainya ada temuan pelanggaran dalam rekrutmen anggota PPK tsb, apakah bakal dilakukan retkruitmen ulang artinya dibatalkan, Sapran menjawab “Na mohon maaf susa nak jawabnye. karno sekretariat bukan pengambil kebijakan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here