Beranda Palembang Penguatan Forum di Sumsel Langkah yang Positif

Penguatan Forum di Sumsel Langkah yang Positif

19
0

Nusantara Satu-Kegiatan Diskusi dan Dialog Forum Pembauran Kebangsaan Kita Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnyo Integrasi Bangsa. Kegiatan diskusi dan dialog forum pembauran kebangsaan dilakukan di Gedung Atyasa Convention Center di Jalan Anwar Arsyad No 22 Way Hitam, Kamis (7/11/2019) Palembang.

Dengan jumlah peserta kurang lebih 200 Peserta dari 6 Kecamatan terdiri dari 13 Pengurus FPK Tingkat Kota Palembang, 48 orang peserta dari pengurus FPK Kecamatan, 30 orang peserta dari Tokoh Agama, 18 orang peserta dari Tokoh Masyarakat, 18.orang peserta dari Tokoh Adat dan 73 orang dari peserta Pemuda/Pelajar.

Narasumber selaku pembicara adalah Kesbangpol Kota Palembang, Akademis Fisip Universitas Sriwijaya, Kesbangpol Provinsi Sumsel dan Satbinmas Polresta Palembang.

Usai kegiatan diskusi dan dialogĀ  Drs Muhammad Fauzi M, Si selaku Kesbangpol Kota Palembang ketika diwawancarai mengungkapkan” Penguatan Forum di Sumsel ini langkah yang positif yang dilakukan oleh Kesbangpol Kota Palembang. Terkait dengan forum kebangsaan yang sesuai dengan peraturan Menteri No 34 Tahun 2006 tentang pelihara peliharaan forum kebangsaan di Daerah secara hilarki, ketika di bentuk Provinsi Kabupaten Kota di Kecamatan dan Desa Kelurahan” ungkap Fauzi

“FPK Kabupaten Kota di Sumatera Selatan sudah ada semua ada yang sudah membentuk FPK dikabupaten kota ada juga yang belum untuk FPK Desa sampai kelurahan khusus Kota Palembang ini sudah cukup maju terkait dengan kinerja Pemerintah Daerah dengan Anggaran dapat membentuk Forum Berkebangsaan.

Di 18 Kecamatan sesuai dengan tugasnya FPK Kecamatan bisa menampung aspirasi masyarakat dikecamatan masing masing dari mulai RT sampai Kelurahan.

Dikecamatan harus multikultur juga Agama tanda kutif ada forum lain. Intinya supaya Suku Ras dan Etnis dikecamatan rukun dan harmonis hidup bertetangga yang damai masing maaing saling memahami” tutup Fauzi

Dr Azhar SH Msc M. MM Akademis Fisip Universitas Sriwijaya menambahkan” Memang dari dulu kita ini bahwasanya Ras Etnis baik Suku disitu juga ada potensi yang dimanfaatkan orang asing di Negara kita sehingga kita dengan mudah untuk dikuasai. Kita melalui kesadaran Kebangsaan seperti Sumpah Pemuda di Indonesia.

Banyak perkembangan timbulnya permasalahan permasalahan. Dikenal juga dengan Sup Pawer diskusi maupun lainnya. Seperti budaya kita tau budaya macam macam budaya yang diciptakan manusia termasuk Gagged yang dimanfaatkan oleh orang lain untuk menjajah kita. Saya melihat konsep kurangnya Komunikasi. Dengan adanya Silaturohim kita terhindar dari hal hal yang miskomunikasi adanya Persatuan dan Kesatuan makanya kita melibatkan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda,” pungkasnya. (Akip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here