Beranda Musi Rawas Utara Safari Jumat di Musirawas Herman Deru Serap Aspirasi Warga

Safari Jumat di Musirawas Herman Deru Serap Aspirasi Warga

57
0

Nusantara Satu-Setelah meletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Markas Polres (Mapolres) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada Jumat, (18/10) pagi.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru melanjutkan lawatannya di Kabupaten Musirawas yang diawali dengan sholat jumat berjemaah di Masjid  Nurussa’adah Desa Muara Kati Baru Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas, Jumat (18/10) siang.

Dalam sambutannya dihadapan para jemaah sholat jumat di Masjid Nurussa’adah tersebut, H Herman Deru menegaskan,  kegiatan safari jumat yang dilakoninya  bukan hal yang baru melainkan telah  menjadi agenda rutinnya sejak menjabat sebagai Bupati OKU Timur selama dua periode yakni dari tahun 2005 hingga  2015 silam.

Karena banyak hal yang didapat dari safari jumat tersebut, maka dirinya melanjutkan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin ketika menjabat sebagai Gubernur Sumsel,  bukan saja mendatangi masjid yang ada di perkotaan melainkan juga safari ke masjid ditengah perkampungan padat termasuk ke pelosok pedesaan.

“Ada banyak manfaat yang saya dapatkan dari melakukan safari jumat seperti ini, selain menjalin silaturahmi dengan jemaah  juga menjadi ajang mendapatkan masukan terkait dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya mengawali sambutan usai mengelar sholat jumat berjemaah.

Herman Deru dikesempatan ini juga mengucapkan terimakasih atas kerja para tokoh agama dan tokoh masyarakat  desa setempat yang dinilainya telah mampu melakukan pembinaan umat dengan baik, dibuktikan dengan terjaganya keharmoniskan dalam beragama dan masyarakat diwilayah sekitar.

“Saya  melihat  desa ini  desa yang   agamis, masyarakatnya terbuka dengan pendatang. Jaga persatuan dan kesatuan, termasuk juga keamanan tidak terganggu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Herman Deru juga memberikan apresiasi atas didirikannya rumah Tahfidz di Masjid Nurussa’adah. Karena menurut dia  program satu desa satu rumah trahfidz merupakan program Pemprov Sumsel dalam mencetak generasi yang faham agama mulai dari  usia dini.

Dia juga meminta warga setempat untuk tetap mempertahankan kearifan lokal di tengah derasnya gempuran budaya luar  yang saat ini nyaris sulit dibendung karena telah  terbukanya semua akses informasi  yang sulit  dihindari.

“Saat ini kita berada dizaman serba canggih. Budaya luar bisa masuk  dan mengancam budaya  warisan nenek moyang  kita. Untuk itu  mari kita bersama-sama mempertahankan kekayaan  budaya dan adat istiadat yang telah lama kita miliki selama ini. Jangan samapai hilang tergerus oleh kemajuan zaman,” tandas Herman Deru. (Akip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here