Beranda Palembang Ganti Ratu Suntik ke Ratu MKJP

Ganti Ratu Suntik ke Ratu MKJP

37
0

Nusantara Satu-Pemerintah Kota Palembang, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang, melaksanakan pelayanan KB, IUD dan Implan (Susuk dan Spiral) di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Kamis (22/8).

Kepala Dinas PPKB, Ir. Dewi Isnaini, melalui Kepala Bidang (Kabid) KB, Hj. Siti Fauzia, mengatakan, selain program yang sudah dianggar, juga menyemarakan Hari Kontrasepsi Sedunia, dengan melakukan pelayanan-pelayanan di enam kecamatan yang sudah di tentukan. Kecamatan Ilir BaraT I. Kecamatan Sako Kenten. Kecamatan Ilir Barat II. Kecamatan Jaka Baring. Kecamatan ALang Alang Lebar dan Kecamatan Ilir Timur II.

“Sepertinya mayoritas pemasangan alat kontrasepsi ini orang yang lama yang di control kembali. Bukan hilang, tapi memasang kembali. Kita bukan melihat orangnya. Tapi yang kita lihat kasusnya. Dengan begitu ada peningkatan dari pemasangan Implan ke Spiral. Dari tiga tahapan pelaksanaan pelayanan KB gratis 2019, yang dibawah target itu di Kecamatan Seberang Ulu II, di bawah 40 akseptor,”ungkapnya.

Dia menuturkan, harapan ke depan, pelayanan makin baik. Pelayanan di lakukan oleh petugas yang sigap, sesuai SOP. Dalam pelayanan harus hati-hati kalau akseptor hilang untuk kasus MKJP. Setiap pelayanan harus memberikan konseling yang maksimal.

“Untuk palayanan keliling ini, kita tidak memberikan Pil, Suntik dan Kondom. Kecuali pelayanan yang mengikuti program Walikota Palembang, setiap Hari Minggu. Secara umum pengguna Pil, Suntik dan Kondom, secara data yang pasti, masyarakat lebih senang dengan suntik. Namun. Tapi tetap rata-rata Implan diatas. Hal itu terjadi karena penyuluhan dan sosialisasinya belum intensif. Jadi akseptor menganggap dengan memberikan Suntik itu selesai. Kemudian Pil, gampang di dapatkan. Tetapi kalau kita memberikan penyuluhan seperti sekarang ini, maka mereka akan berpikir, bahwa MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) yang paling bagus digunakan,”katanya.

Sedangkan, menurut Kasi Pelayanan, Ujang D Gumai, DPPKB Kota Palembang, mengatakan, untuk memberikan kesadaran kepada akseptor, sosialisasi harus di lakukan secara intensif. Dan bidang tersebut ada di bagian di DPPKB. Alihkan pengguna alat kontrasepsi yang lama, Pil, Suntik dan Kondom ke alat kontrasepsi yang baru, Motede Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) IUD dan Implan) Ratu Suntik harus tergantikan dengan Ratu MKJP

“Kita punya penyuluh sangat terbatas. Seperti Kecamatan Ilir Barat II, ada tujuh kelurahan. Sedangkan Penyuluh KB (PKB) hanya ada tiga. Yang ideal itu, minimal satu kelurahan satu PKB. Tapi hal ini bukan satu alasan untuk tidak tercapai target yang ditentukan oleh kota. Tahun ini, kegiatan pelayanan KB keliling sudah terbantu oleh sosialisasi Bidang Pengendalian Penduduk. Dan kawan-kawan PKB sudah bekerja keras. Dan Alhamdulillah kerja keras itu tidak membohongi hasil.  Harapan kita ke depan, Ratu Suntik itu harus di ganti dengan Ratu MKJP. Baik itu secara ekonomi, masyarakat akan diuntungkan, bahkan negarapun akan diuntungkan beraralihnya akseptor menggunakan MKJP. Marilah kita hilangkan ego antara bidang. Tugas sosialisasi ya, lakukan, bidang KB, ya, kita laksanakan.  Karena selalu ada keterkaitan, selalu ada saling membutuhkan dan saling membantu. Mari kita besarkan OPD ini, dengan benar,”ungkapnya.

Sementara itu, Koordiantor Wilayah KB Kecamatan Ilir Barat II, Roosvita, SH, mengatakan, pelayanan KB gratis, yang menggunakan Mobil Unit Pelayanan (Muyan) dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang, mendapatkan akseptor sebanyak 70 peserta MKJP.

“Pelayanan KB gratis IUD dan Implan. Kalau dari total terjadi peningkatan. Untuk jumlah peserta akseptor yang kita layani sebanyak 70 akseptor,”ujarnya. (Ajib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here