Beranda PALI Warga PALI Manfaatkan Air Sungai Saat Musim Kemarau

Warga PALI Manfaatkan Air Sungai Saat Musim Kemarau

43
0

Nusantara Satu-Melihat Warga PALI, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Kesulitan Air Bersih di Musim Kemarau dan Manfaatkan Air Sungai, BPBD PALI, Buka dan minta Hubungi Nomor Call Centre dan siap Pasok Air Bersih, memberikan bantuan.

Sebab, air sungai yang dimanfaatkan warga PALI sekitar sebenarnya tidak layak, karena keruh dan kotor, apalagi air sungai itu dimanfaatkan untuk minum. Maka itulah BPBD PALI Buka dan Hubungi Nomor Call Centre, dan mengimbau agar warga bisa memberikan informasi.

Seperti diketahui, Memasuki musim kemarau, Warga PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) mengkhawatirkan, tidak hanya bencana Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan) mengintai, namun dampak kekeringan, Minggu (21/7)

Warga PALI Manfaatkan Air Sungai saat Musim Kemaru, BPBD Pasok Air Bersih Hubungi Nomor Call Centre

Kekeringan akibat dampak dari musim kemarau mulai dirasakan sejumlah warga Bumi Serapat Serasan, sehingga pasokan air bersih kerap sulit didapatkan.

Namun demikian, mengantisipasi warga yang kekurangan air bersih dampak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD PALImenyiapkan layanan call centre dan hubungi nomor call centre untuk memberikan informasi di mana kawasan kurang air bersih.

“Kita menyiapkan layanan untuk warga yang kesulitan mendapat air bersih. Jadi mereka bisa melapor ke layanan kita di nomor 081280580666 dan 081274708040,” ungkap Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar, Minggu.

Menurutnya, jika mendapat laporan dari warga yang kekurangan pasokan air bersih, pihaknya akan memberikan bantuan beberapa tangki air sesuai kebutuhan masyarakat tersebut.

“Namun sejauh ini kita belum ada menerima laporan baik dari warga atau Kepala Desa yang melaporkan bahwa warganya kekurangan air bersih. Jika ada (laporan) kami akan dropping (salurkan) air langsung ke rumah-rumah,”katanya

Junaidi menjelaskan, saat ini pihaknya bisa menyalurkan air bersih sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan warga. Lantaran, pihaknya juga masih tetap siaga untuk penanganan bencana Karhutla, sehingga mobil tangki juga kerap disiagakan di pos-pos tiap kecamatan.

“Sepanjang Tahun 2019 ini ada sebanyak 53 titik api ditemukan di Kabupaten PALI dan 15 Hotspot muncul Bulan Juli,”ungkapnya.

Selain itu, pihaknya bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) PALI juga rutin melakukan penyiraman tumbuhan di tiap desa, seperti, Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal.

“Penyiraman tumbuhan di dalam desa ini agar tanamam tetap segar, meski jarang diguyur hujan dan tebalnya debu dari jalan,” ujarnya. (Nanang Paulus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here